EKSPOSTIMES.COM– Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggetarkan perhatian publik sejak awal pekan ini. Namun, kabar baik datang dari Lombok. Bandara Internasional Lombok dinyatakan aman dari sebaran abu vulkanik, meski sejumlah penerbangan harus dibatalkan sebagai langkah antisipasi.
“Ruang udara di Bandara Lombok tidak terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki,” tegas General Manager Bandara Lombok, Stephanus Millyas Wardana, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga: Pancasila Jadi Titik Temu Kemajuan Bangsa: Pesan Presiden dan Wapres di Hari Lahir Pancasila 2025
Hasil pengamatan aerodrome observation dan paper test yang dilakukan setiap jam menunjukkan tidak ada partikel abu yang terdeteksi di wilayah bandara.
Kepastian ini diperkuat oleh pantauan dari BMKG, laporan pilot, serta analisis ruang udara oleh Perum LPPNPI. Namun demikian, demi keselamatan penumpang dan awak, sejumlah maskapai tetap membatalkan penerbangan pada Rabu (18/6).
Di balik ketenangan langit Lombok, langit Flores dan sekitarnya berubah menjadi medan waspada. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan VAAC Darwin menunjukkan bahwa abu vulkanik telah mencapai ketinggian 53.000 kaki, menyebar ke arah Selatan–Barat. Wilayah terdampak meliputi Selat Bali bagian selatan, Laut Timor, hingga perairan selatan Banyuwangi dan NTT.
Masyarakat pun diimbau tidak panik, namun tetap siaga.
“Gunakan masker jika berada di luar ruangan. Jangan sepelekan dampak debu vulkanik terhadap kesehatan,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek.
Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak bepergian melalui udara untuk terus memantau informasi dari maskapai dan otoritas bandara.
Langkah-langkah preventif juga dilakukan oleh aparat kepolisian. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, melalui jajaran Polsek Wulanggitang dan Titehena, menyerukan masyarakat agar mematuhi instruksi petugas di lapangan.
“Tetap tenang, jangan panik, dan patuhi arahan dari petugas pengamat Gunung Lewotobi Laki-Laki. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Kapolsek Titehena, Ipda Franky Ragalay, dari Posko Siaga Gunung Lewotobi di Desa Konga.
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung mengerahkan bantuan logistik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan, bantuan telah diberangkatkan dari Sentra Efata Kupang dan gudang Dinas Sosial Flores Timur.
Baca Juga: Skandal Pelecehan Seksual Eks Kapolres Ngada: Kronologi, Bukti, dan Hukuman yang Menanti
“Insyaallah, hari ini logistik sudah sampai di lokasi. Ini bentuk kepedulian negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ungkapnya
Meski ruang udara Lombok aman, Indonesia Timur tetap dalam siaga. Gunung Lewotobi Laki-Laki masih menunjukkan potensi letusan susulan. Warga di sekitar lereng gunung hidup dalam ketegangan, sementara tim penanggulangan terus berjibaku di lapangan.
Semua berharap, erupsi ini segera mereda dan langit kembali cerah seperti sediakala. Namun, hingga saat itu tiba, kewaspadaan adalah satu-satunya pelindung terbaik. (*/tim)








