Peristiwa

China Jadi Kunci Gencatan Senjata Iran-AS, Negosiasi Damai Digelar di Pakistan

×

China Jadi Kunci Gencatan Senjata Iran-AS, Negosiasi Damai Digelar di Pakistan

Sebarkan artikel ini
PERAN senyap China mengemuka dalam upaya penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Iran. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Peran senyap China mengemuka dalam upaya penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah sorotan terhadap Pakistan sebagai mediator resmi, Beijing disebut menjadi kunci yang membuka jalan menuju gencatan senjata dan perundingan damai.

Pembicaraan antara delegasi Washington dan Teheran dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Sabtu (11/4/2026). Forum ini menjadi kelanjutan dari kesepakatan penghentian sementara permusuhan yang dicapai beberapa hari sebelumnya.

Sejumlah sumber diplomatik menyebut, keberhasilan gencatan senjata tidak lepas dari intervensi Beijing pada saat negosiasi nyaris runtuh. Pada Selasa (7/4/2026), pembicaraan disebut menemui jalan buntu sebelum akhirnya berbalik arah sehari kemudian.

“Harapan sempat meredup, namun China turun tangan dan meyakinkan Iran untuk menerima gencatan senjata awal,” ujar seorang sumber senior Pakistan yang terlibat dalam proses tersebut.

Pemerintah Pakistan mendapat pengakuan luas atas perannya sebagai tuan rumah dan fasilitator. Namun, pejabat setempat mengakui, dorongan dari Beijing menjadi faktor penentu tercapainya kesepakatan awal.

Presiden Donald Trump juga mengindikasikan hal serupa. Dalam pernyataannya setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan, ia menyebut China berperan membawa Iran kembali ke meja perundingan.

Kini perhatian tertuju pada kemungkinan peran China sebagai penjamin kesepakatan damai. Sumber diplomatik menyebut Teheran menginginkan pihak ketiga yang dapat menjamin implementasi hasil perundingan.

“China diminta menjadi penjamin. Iran membutuhkan jaminan,” kata seorang sumber lain.

Pilihan terhadap Beijing dinilai realistis. Alternatif lain seperti Rusia dinilai sulit diterima oleh negara-negara Barat, terutama di tengah keterlibatan Moskwa dalam perang di Ukraina.

Selain faktor geopolitik, kedekatan ekonomi juga menjadi pertimbangan. China merupakan mitra dagang utama Iran di tengah tekanan sanksi AS. Sementara dengan Pakistan, Beijing terikat melalui investasi besar dalam proyek infrastruktur lintas kawasan.

Mantan senator Pakistan, Mushahid Hussain Sayed, menilai peran China akan tetap krusial dalam tahap lanjutan negosiasi.

“Sebagai penjamin, China dibutuhkan karena Iran tidak mempercayai kombinasi kepemimpinan AS dan Israel,” ujarnya.

Meski demikian, jalan menuju perdamaian permanen diperkirakan masih panjang. Konflik yang pecah sejak akhir Februari telah menimbulkan korban besar dan mengguncang stabilitas ekonomi global.

Tim ahli yang dibentuk Pakistan kini mulai menyiapkan agenda pembahasan isu-isu sensitif, termasuk keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan masa depan program nuklir Iran.

Di tengah dinamika tersebut, China tetap memilih bergerak tanpa banyak sorotan. Menteri Luar Negeri Wang Yi dilaporkan aktif melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak.

Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Beijing bersedia mengambil peran formal sebagai penjamin dalam kesepakatan damai yang lebih permanen. (afp/kpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d