EKSPOSTIMES.COM- Barisan Serdadu Budaya (Baserbu) Minahasa Utara menegaskan arah gerakan organisasi yang akan lebih terstruktur dalam pelestarian budaya dan dukungan terhadap berbagai program pemerintah daerah. Sikap itu disampaikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Baserbu Minut dalam pertemuan konsolidasi, Rabu (10/12) malam.
Panglima Baserbu Minut, Nolfy Undap, mengatakan organisasi ini telah mulai bergerak sejak deklarasi pada 5 Oktober 2024 di Minahasa Utara. Penguatan organisasi dilakukan melalui pelantikan pengurus pada 3 November 2025 di Watu Pinawetengan, situs budaya yang dikenal sebagai salah satu titik sejarah terbentuknya persekutuan masyarakat Minahasa.
“Organisasi ini dideklarasi di Minut pada 5 Oktober 2024. Sementara pelantikan pengurus di Minut 3 November 2025 di Watu Pinawetengan,” ujar Undap.
Ia menilai lokasi pelantikan menjadi penegasan bahwa pijakan gerakan Baserbu merujuk pada nilai-nilai khas Minahasa.
Struktur kepengurusan Baserbu Minut kini lengkap, meliputi Panglima DPD Nolfy Undap, Wakil Panglima Hendra Panekenan, Sekretaris Piter Worotikan, Bendahara Jelly M. Wohon, serta dua penasehat yakni Boy A. Kalangi dan N. Jeki Sianipar, S.H.
Dengan susunan tersebut, Undap menegaskan bahwa Baserbu tidak hanya berfokus pada pelestarian seni, adat, serta situs budaya, tetapi juga siap bermitra dengan pemerintah daerah. Kolaborasi akan diarahkan pada berbagai program pemberdayaan masyarakat, revitalisasi budaya lokal, serta kegiatan lintas komunitas yang berkaitan dengan pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang kerja sama dengan pemerintah maupun komunitas lain. Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan,” kata Undap.
Ke depan, Baserbu Minut menargetkan penyusunan sejumlah program kerja berbasis budaya, termasuk edukasi generasi muda, pemeliharaan situs warisan leluhur, dan pengembangan kegiatan seni berbasis masyarakat.
Organisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah yang menjaga keberlanjutan identitas Minahasa di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. (tim)








