Pendidikan

Wamendiktisaintek Tegaskan Sekolah Unggul Garuda Tidak Intervensi Kurikulum, Fokus Pembinaan dan Pemerataan

×

Wamendiktisaintek Tegaskan Sekolah Unggul Garuda Tidak Intervensi Kurikulum, Fokus Pembinaan dan Pemerataan

Sebarkan artikel ini
Wamendiktisaintek Stella Christie berdialog dengan guru dan siswa di SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh.
Wamendiktisaintek Stella Christie

EKSPOSTIMES.COM- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Unggul Garuda tidak akan mengubah atau mengintervensi kurikulum pendidikan yang telah berlaku di sekolah-sekolah, melainkan untuk mengoptimalkannya agar menjadi lebih baik dan terintegrasi dengan pengembangan potensi peserta didik.

“Kalau untuk Sekolah Garuda Transformasi, kita sama sekali tidak mengubah dan mengintervensi kurikulum,” kata Stella Christie usai kunjungan dan pemaparan program Sekolah Unggul Garuda di SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, Kamis (8/5).

Baca Juga: Hakim Tetapkan Dua Prajurit TNI AL Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Sales Mobil di Aceh

Menurutnya, kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini sudah cukup baik dan relevan. Karena itu, kehadiran program Sekolah Unggul Garuda ditujukan sebagai bentuk dukungan pembinaan terhadap potensi siswa dan guru, bukan untuk menggantikan sistem yang telah ada.

“Kita justru melihat banyak sekolah yang sangat baik kurikulumnya. Semua berjalan seperti biasa, karena kita mengakui bahwa mereka sudah bagus,” ujar Stella.

Program Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang dibagi menjadi dua skema utama: Garuda Transformasi yang fokus pada pembinaan sekolah-sekolah unggul yang telah ada, serta Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah unggul baru dari nol.

SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, menjadi salah satu dari 12 sekolah yang ditetapkan sebagai bagian dari Garuda Transformasi dan mewakili Aceh dalam program nasional ini. Stella menyebut, keikutsertaan sekolah tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di provinsi paling barat Indonesia itu.

Kerja sama dalam program ini lebih ditekankan pada peningkatan kualitas dan daya saing sekolah melalui kemitraan strategis dengan perguruan tinggi unggulan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kita kerjasamakan dan membantu bagaimana mengemas yang sudah bagus ini agar bisa dikenal oleh perguruan tinggi negeri yang top, maupun perguruan tinggi luar negeri unggul,” jelas Stella.

Hingga saat ini, Kemendiktisaintek telah menetapkan 12 sekolah untuk skema Garuda Transformasi. Sementara itu, untuk pembangunan sekolah baru dalam skema Garuda Baru, tahun ini direncanakan empat sekolah terlebih dahulu.

Adapun target lima tahun ke depan adalah membentuk 20 sekolah Garuda Transformasi dan membangun 20 sekolah Garuda Baru di seluruh Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa pemerataan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini.

Baca Juga: Polri Gagalkan Penyelundupan 135 Kg Sabu di Aceh, Diduga Milik Fredy Pratama

“Karena kita ingin merata, karena di Aceh sudah ada Garuda Transformasi, sementara ini tidak dibangun sekolah Garuda Baru. Kembali lagi, ini untuk akses merata bagi seluruh Indonesia,” pungkas Stella.

Program Sekolah Unggul Garuda ini digadang-gadang akan mempercepat pencapaian standar pendidikan berkualitas nasional sekaligus memfasilitasi akses siswa berprestasi ke perguruan tinggi ternama, baik dalam maupun luar negeri, dengan tetap menjunjung asas pemerataan dan kualitas. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d