EKSPOSTIMES.COM- Dalam upaya memperkuat kehidupan spiritual dan mempererat toleransi di lingkungan kepolisian, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie meresmikan Gedung Gereja Lahai Roi yang berlokasi di kompleks Mapolres Bolaang Mongondow, Selasa (29/04/2024).
Peresmian yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Kapolda, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulut Ny. Joan Roycke Langie. Ibadah syukur turut digelar dan dipimpin langsung oleh Ketua BPMS Bolaang Mongondow, Pdt. Fekky Kamasaan.
Turut hadir dalam peresmian ini Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi, Karo Ops Kombes Pol Set Lumowa, Kapolres Bolmong AKBP Lido Antoro, serta jajaran pejabat utama Polda Sulut dan para tokoh agama.
Pembangunan Gereja Lahai Roi dimulai sejak 27 April 2024 dan selesai pada Maret 2025 dengan total anggaran sebesar Rp250 juta. Gedung ini kini menjadi simbol nyata komitmen Polri dalam mendukung kebebasan beragama serta pembinaan mental spiritual bagi personel.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Roycke menegaskan pentingnya rumah ibadah di lingkungan kepolisian sebagai tempat membina iman dan karakter. Ia berharap gereja ini menjadi tempat yang penuh damai, menjadi pusat pembentukan nilai-nilai moral bagi seluruh anggota Polres dan masyarakat sekitar.
“Kita ingin rumah ibadah ini menjadi sumber kekuatan rohani yang mempererat persaudaraan serta membentuk karakter anggota Polri yang humanis dan berintegritas,” ujar Kapolda.
Menariknya, kompleks Polres Bolaang Mongondow kini memiliki tiga rumah ibadah dari tiga agama besar, yakni masjid, gereja, dan pura, mencerminkan semangat Bhineka Tunggal Ika di tengah institusi negara.
“Kehadiran gereja ini melengkapi keragaman spiritual yang ada. Saya berdoa agar tempat ini menjadi sumber terang yang membimbing langkah kita menuju masa depan yang diberkati,” tambah Kapolda dalam pidatonya.
Di akhir sambutannya, Irjen Pol Roycke menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat setempat. (tim)







