Peristiwa

Tegas! TNI Pastikan Tak Akan Masuk Kampus, Kadispenad: Kami Jamin Kebebasan Mahasiswa Berpendapat

×

Tegas! TNI Pastikan Tak Akan Masuk Kampus, Kadispenad: Kami Jamin Kebebasan Mahasiswa Berpendapat

Sebarkan artikel ini
Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberi keterangan pers soal posisi TNI terhadap kebebasan kampus dan mahasiswa
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan komitmen TNI AD untuk tidak masuk ke ranah kampus dan menghargai ruang demokrasi mahasiswa

EKSPOSTIMES.COM- Isu bangkitnya militerisme di kampus-kampus Indonesia kembali jadi perbincangan publik. Namun TNI AD menepis kekhawatiran itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menegaskan bahwa TNI tidak akan masuk kampus dan tidak akan mengintervensi aktivitas mahasiswa.

“Mahasiswa tak perlu takut. Tidak ada intimidasi, tidak ada tekanan. Kami jamin kebebasan berpendapat,” tegas Wahyu dalam agenda Halalbihalal bersama media di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Pernyataan ini merespons sejumlah sorotan publik soal dugaan keterlibatan militer dalam kegiatan akademik. Termasuk peristiwa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), kerja sama TNI dan Universitas Udayana, hingga permintaan data mahasiswa oleh Kodim 1707/Merauke.

Baca Juga: UU TNI Tidak Diubah! Menkumham Tegaskan Tidak Ada Kebangkitan Dwifungsi Militer

“Kami hadir di Unsoed bukan untuk menekan mahasiswa,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan kehadiran TNI ke pihak kampus semata-mata menyampaikan keresahan warga sekitar akibat aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU TNI dengan cara melempar kotoran sapi.

Brigjen Wahyu menegaskan bahwa TNI tetap memegang prinsip netral, menghargai hak asasi, serta menjunjung tinggi demokrasi di lingkungan pendidikan.

“Kami tak pernah mengintervensi urusan internal kampus. Kami hadir jika ada potensi gangguan keamanan, itu saja. Tidak lebih,” katanya.

Sementara itu, kerja sama antara Universitas Udayana dan Kodam IX/Udayana turut menjadi sorotan. Isinya, mewajibkan mahasiswa ikut pendidikan bela negara sebagai upaya menanamkan wawasan kebangsaan.

Namun menurut Wahyu, kerja sama itu bersifat edukatif, bukan paksaan atau kontrol atas kebebasan kampus.

Baca Juga: Pesawat Tempur Hawk 100/200 Mendarat di Lanud Soewondo, TNI AU Gelar Latihan Refueling Udara Tingkat Lanjut

Lebih jauh, di Merauke, muncul surat dari Kodim 1707 yang meminta data mahasiswa ke Setda Merauke. Isu ini memantik kekhawatiran adanya pemantauan terselubung terhadap mahasiswa. Brigjen Wahyu membantah keras dugaan tersebut.

“TNI tidak mengawasi mahasiswa. Tidak akan pernah ada niat kami ke arah sana. Kami ingin wilayah tetap aman dan tidak ada gejolak,” tegasnya.

Wahyu berharap publik tidak terseret opini yang menyudutkan. Ia menekankan bahwa TNI ingin bersinergi dengan dunia kampus dan masyarakat sipil demi menciptakan ruang demokrasi yang sehat.

“Jangan termakan hoaks. Kami fokus menjaga stabilitas nasional, bukan mengekang suara mahasiswa. Demokrasi butuh ruang kritis yang sehat dan kami dukung itu,” tandasnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d