EKSPOSTIMES.COM — AC Milan mencatat kemenangan meyakinkan 4-0 atas Udinese dalam laga lanjutan Serie A yang digelar di Stadio Bluenergy, Jumat malam (11/4).
Selain menjadi kemenangan kedua Rossoneri dengan torehan empat gol musim ini, laga ini juga menghadirkan momen emosional dan sejarah tersendiri bagi gelandang Tijjani Reijnders.
Milan tampil dominan sepanjang pertandingan dan mencetak empat gol melalui aksi Rafael Leao, Strahinja Pavlovic, Theo Hernandez, dan ditutup oleh Reijnders.
Bagi Reijnders, gol tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya, karena ia kini menjadi pemain asal Belanda kedua dalam sejarah Milan yang mencetak dua digit gol dalam satu musim Serie A.
Sebelumnya, hanya legenda Marco van Basten yang pernah mencapai prestasi serupa. Nama-nama besar lain seperti Patrick Kluivert, Ruud Gullit, dan Clarence Seedorf bahkan belum pernah mencatatkan angka itu saat membela Milan.
Dengan torehan 10 gol di Serie A musim ini, Reijnders menambah catatan impresifnya yang juga mencakup empat assist, tiga gol di Liga Champions, dan satu gol di Coppa Italia.
Gol-gol Reijnders musim ini tercipta saat menghadapi berbagai tim kuat seperti Inter Milan, Roma, Torino, dan kini Udinese.
Penampilannya menunjukkan konsistensi luar biasa di lini tengah Milan dan peran vitalnya dalam skema permainan yang dibangun pelatih Sergio Conceicao.
Namun kemenangan Milan ini tidak hanya berbicara soal statistik dan rekor. Pertandingan juga diwarnai oleh insiden yang melibatkan kiper utama Milan, Mike Maignan, yang harus ditandu keluar lapangan setelah mengalami benturan keras dengan rekan setimnya, Alex Jimenez.
Insiden itu terjadi ketika Maignan mencoba keluar dari sarangnya untuk menyundul bola yang dilepaskan pemain Udinese.
Sayangnya, ia justru menabrak Jimenez dalam upaya tersebut dan sempat tidak sadarkan diri di lapangan. Pertandingan pun langsung dihentikan untuk memberikan pertolongan medis.
Ketegangan sempat meliputi stadion ketika Maignan tidak bergerak selama beberapa menit.
Namun laporan terbaru mengonfirmasi bahwa penjaga gawang asal Prancis itu sadar dan dalam kondisi stabil saat dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Yang membuat momen ini semakin mengharukan adalah reaksi dari para suporter Udinese.
Meskipun Maignan sempat menjadi sasaran pelecehan rasis dari sebagian oknum pendukung Udinese musim lalu yang menyebabkan empat suporter dikenai larangan seumur hidup suasana di stadion berubah total ketika ia terkapar di lapangan.
Tepuk tangan dan dukungan moral mengalir dari tribun, termasuk dari sektor paling vokal pendukung tuan rumah. Sikap simpatik itu pun mendapat apresiasi dari pelatih Milan, Sergio Conceicao.
“Saya sangat terkesan. Dalam 40 tahun saya berkecimpung di dunia sepak bola, saya jarang melihat gestur seperti ini. Mereka menunjukkan sisi terbaik dari kemanusiaan, dan itu tidak akan kami lupakan,” ujar Conceicao kepada Sky Sport Italia usai laga.
Kemenangan ini membawa Milan terus menempel ketat pesaing mereka di papan tengah klasemen Serie A. Dengan lini serang yang kembali tajam dan kontribusi signifikan dari lini tengah seperti Reijnders, Milan mengirimkan pesan tegas bahwa mereka siap bersaing.
Sementara itu, kondisi Maignan akan terus dipantau oleh tim medis Milan. Klub berharap sang kiper dapat segera pulih dan kembali menjaga gawang Rossoneri dalam waktu dekat.
Malam di Udinese menjadi malam penuh cerita: dari performa impresif di lapangan, pencapaian individu bersejarah, hingga solidaritas kemanusiaan yang menghangatkan hati. Sepak bola, sekali lagi, menunjukkan bahwa ia lebih dari sekadar permainan. (*/Rizky)













