EKSPOSTIMES.COM- Kebakaran hutan besar di tenggara Korea Selatan terus berkobar untuk hari keempat, memaksa pemerintah mengerahkan puluhan helikopter dan ribuan personel guna mencegah bencana lebih besar.
Api yang awalnya berkobar di Sancheong, Provinsi Gyeongsang Selatan, kini telah menyebar ke wilayah Hadong, mengancam permukiman dan infrastruktur penting.
Sejak Senin pagi, sebanyak 36 helikopter telah dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus membesar akibat angin kencang. Sementara itu, di darat, lebih dari 2.300 petugas pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan untuk menghalau api agar tidak menjalar ke kawasan pemukiman.
Menyadari eskalasi kebakaran, Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga turut ambil bagian dengan mengerahkan 1.350 tentara dari berbagai satuan, termasuk Angkatan Darat, Korps Marinir, dan Angkatan Udara.
Baca Juga: Kebakaran di Kementerian ATR/BPN, Diduga Berawal dari Komputer Menyala
Selain itu, sebanyak 35 helikopter tambahan diturunkan untuk membantu operasi pemadaman serta memberikan bantuan medis kepada korban terdampak.
“Kami telah menginstruksikan seluruh pasukan di lapangan untuk mengutamakan keselamatan serta memastikan latihan militer dilakukan dengan lebih berhati-hati agar tidak memperburuk situasi,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Jeon Ha-kyou, dalam konferensi pers.
Sejak pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/3), kebakaran ini telah menelan korban jiwa. Empat petugas pemadam kebakaran tewas saat bertugas, sementara enam orang mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga telah menghanguskan 3.286 hektare lahan, setara dengan 4.600 lapangan sepak bola. Infrastruktur yang terdampak meliputi 16 rumah, dua pabrik, sembilan gudang, dan dua kuil Buddha.
Pemerintah juga telah mengevakuasi 589 orang dari 387 rumah tangga ke tempat penampungan darurat di Hadong. Secara keseluruhan, lebih dari 1.500 orang telah dievakuasi ke berbagai titik pengungsian sementara di empat wilayah terdampak.
Hingga Senin pagi pukul 06.00 waktu setempat, sekitar 70 persen kebakaran di Sancheong berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih berjuang untuk menaklukkan api di wilayah lain yang masih menyala.
Di tengah krisis kebakaran hutan yang belum teratasi, insiden serupa juga terjadi di kompleks Majelis Nasional Korea Selatan di Seoul pada Sabtu (22/3). Kebakaran yang terjadi di aula resepsi gedung parlemen itu menyebabkan kepanikan dan evakuasi massal.
Baca Juga: Kebakaran di Kementerian ATR/BPN, Diduga Berawal dari Komputer Menyala
Api dilaporkan mulai berkobar pada pukul 11.52 waktu setempat, memaksa sekitar 480 orang, termasuk jurnalis dan tamu undangan pernikahan, untuk segera meninggalkan gedung. Enam orang dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah mendapatkan perawatan medis.
Sebanyak 16 mobil pemadam kebakaran dan 55 personel dikerahkan ke lokasi dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar satu jam. Hingga saat ini, otoritas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran di gedung parlemen tersebut.
Dengan serangkaian kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah, pemerintah Korea Selatan terus berupaya mengendalikan situasi serta meningkatkan langkah-langkah mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas.
Otoritas setempat juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih berlangsung, sementara ratusan warga yang terdampak diungsikan ke tempat yang lebih aman. (tim)













