EKSPOSTIMES.COM – Fulham memperkuat peluang mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Craven Cottage, Sabtu (16/3). Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi The Cottagers atas Spurs di kandang sendiri, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih 19 tahun lalu.
Muniz dan Sessegnon Jadi Pembeda
Laga derby London ini berjalan cukup membosankan di awal, dengan minimnya peluang berbahaya dari kedua tim. Timothy Castagne menjadi satu-satunya pemain yang melepaskan tembakan tepat sasaran di babak pertama bagi Fulham, sementara Tottenham baru mencatatkan upaya ke gawang pada menit ke-65 melalui Ben Davies.
Tottenham sebenarnya memiliki peluang emas untuk memecah kebuntuan, terutama melalui Dominic Solanke yang menyia-nyiakan tiga kesempatan emas, termasuk satu peluang di depan gawang yang gagal ia konversi menjadi gol.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-75 ketika Rodrigo Muniz, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol pembuka lewat penyelesaian klinis usai menerima umpan di dalam kotak penalti.
Tottenham mencoba bangkit dan mencari gol penyama kedudukan, tetapi justru kembali kebobolan. Ryan Sessegnon, mantan pemain Spurs, memastikan kemenangan Fulham dengan gol melengkung indah ke sudut kanan gawang pada menit ke-87.
Fulham Naik ke Papan Atas, Spurs Kian Terpuruk
Hasil ini membawa Fulham naik ke posisi kedelapan klasemen Liga Primer, hanya terpaut empat poin dari Chelsea yang berada di peringkat keempat. Dengan sembilan pertandingan tersisa, harapan mereka untuk bermain di kompetisi Eropa musim depan semakin terbuka lebar.
Sebaliknya, Tottenham harus menerima kenyataan pahit dengan tetap tertahan di posisi ke-13. Kekalahan ini menambah tekanan bagi manajer Ange Postecoglou, yang tampaknya lebih memprioritaskan Liga Europa setelah timnya mengalahkan AZ Alkmaar di babak 16 besar pada hari Kamis lalu.
Postecoglou Kembali Dipertanyakan
Keputusan Postecoglou untuk mencadangkan Son Heung-min dan James Maddison kembali menjadi sorotan. Tanpa kehadiran dua pemain kreatif tersebut sejak awal, Spurs kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang berbahaya.
Postecoglou baru memasukkan Son dan Lucas Bergvall setelah turun minum, tetapi tidak seperti saat melawan Bournemouth pekan lalu, perubahan ini tidak membawa hasil positif. Tottenham gagal mencetak gol dan harus menelan kekalahan yang semakin memperburuk posisi mereka di klasemen.
Fulham Samai Rekor 19 Tahun Silam
Dengan kemenangan ini, Fulham berhasil mengalahkan Tottenham di kandang sendiri dalam dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak musim 2004-05 dan 2005-06 di era Chris Coleman.
The Cottagers juga berpeluang mencatat pencapaian terbaik mereka di Liga Primer. Sejauh ini, posisi tertinggi yang pernah mereka raih adalah peringkat ketujuh pada musim 2008-09. Jika performa konsisten ini berlanjut, Fulham bisa mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Sementara itu, Tottenham menghadapi kemungkinan finis di luar 10 besar untuk pertama kalinya dalam 17 tahun. Jika mereka tidak segera membenahi performa di liga, Spurs berisiko mengalami musim yang mengecewakan di bawah asuhan Postecoglou.
Statistik Pertandingan:
- Penguasaan bola: Fulham 48% – 52% Tottenham
- Tembakan tepat sasaran: Fulham 4 – 2 Tottenham
- Tendangan sudut: Fulham 5 – 3 Tottenham
- Kartu kuning: Fulham 1 – 2 Tottenham
Dengan hasil ini, Fulham semakin percaya diri menghadapi sisa musim, sementara Tottenham harus segera bangkit jika tidak ingin semakin terpuruk di papan tengah klasemen Liga Primer. (*/Riz)













