Ekonomi & BisnisNasional

Jaga Harga Gabah, Presiden Prabowo Akan Bentuk 70 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

×

Jaga Harga Gabah, Presiden Prabowo Akan Bentuk 70 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi

EKSPOSTIMES.COM- Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga gabah petani. Koperasi ini diharapkan mampu menyerap hasil panen petani dengan harga yang wajar, sehingga mereka tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani, terutama saat panen raya.

“Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa akan membentuk 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Ini kabar baik bagi petani,” ujar Arief saat meninjau harga pangan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Johar Baru, Jakarta, Rabu (5/3).

Dengan adanya koperasi ini, petani tidak lagi harus bergantung pada tengkulak atau permainan harga pasar yang bisa merugikan mereka. Koperasi akan menyerap gabah sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah, sehingga tidak ada lagi harga gabah yang jatuh di bawah standar.

Saat ini, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen untuk masa panen raya 2025 sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini berlaku sejak 15 Januari 2025 dan mengikat baik untuk pembelian oleh pemerintah maupun penggilingan swasta di seluruh Indonesia.

“Dengan koperasi desa ini, kita bisa memastikan harga gabah tetap stabil dan petani mendapatkan keuntungan yang layak,” tambah Arief.

Tak hanya sektor pangan, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) juga siap mendukung pembentukan 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi desa, mulai dari penyerapan produk pertanian hingga penciptaan lapangan kerja.

“Koperasi ini akan membantu petani dan pelaku usaha desa dalam mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan adil,” jelas Budi Arie.

Dalam pelaksanaannya, Kop Des Merah Putih akan dikembangkan melalui tiga pendekatan utama, yakni membentuk koperasi baru bagi desa yang belum memiliki koperasi, revitalisasi koperasi lama agar lebih produktif, serta mengembangkan koperasi eksisting untuk memperluas jangkauan dan dampaknya.

Selain menyejahterakan petani, koperasi ini juga diharapkan bisa memangkas rantai distribusi yang selama ini merugikan produsen dan konsumen. Dengan kata lain, harga yang diterima petani lebih baik, sementara konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d