EKSPOSTIMES.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa 70 persen dari visi, misi, dan janji politiknya telah terealisasi melalui efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat yang dialokasikan untuk berbagai kegiatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Justru dengan realokasi ini, sesungguhnya kalau saya sampaikan, visi misi saya sudah diterjemahkan lewat APBD ini sudah 70 persen. Jadi tahun depan itu tinggal (kejar untuk) 100 persen,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Senin (3/3).
Dedi menegaskan bahwa realokasi anggaran ini sejalan dengan janji politiknya saat kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024, yang mencakup pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan layanan air bersih, pembangunan rumah sakit, penciptaan lapangan pekerjaan, mendorong investasi, pemberian beasiswa, pembangunan sekolah baru, rumah rakyat miskin, serta perluasan jaringan listrik.
“Saya targetkan seluruh janji politik saya tercapai dalam waktu dua tahun, yakni 2025-2026,” tegasnya.
Selain itu, realokasi anggaran juga akan diarahkan untuk menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat, seperti bencana banjir yang melanda beberapa daerah, termasuk Bogor, Karangligar, Dayeuhkolot, dan Garut.
“Ini kan perlu realokasi untuk membelanjakan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan publik. Karena (selama ini) kebanyakan penanganan bencana kita ini kan cukup dengan membagi sembako,” kata Dedi.
Sebelumnya, dalam rapat anggaran di Gedung DPRD Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan hasil perhitungan efisiensi APBD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mencapai Rp5,4 triliun.
“Kami menyampaikan hasil realokasi anggaran dari Pemprov ke DPRD Jabar, yang kemudian akan dibuat Pergub yang secara detail menjabarkan seluruh belanja dengan hasil hari ini mencapai Rp5,4 triliun. Walaupun baru dalam gambaran umum, belum sampai pada judul per item jenis kegiatan yang akan dikerjakan,” ungkapnya.
Namun, Dedi menegaskan bahwa angka tersebut belum final dan masih perlu dianalisis lebih lanjut, sehingga memungkinkan adanya perubahan baik berupa peningkatan maupun pengurangan nilai efisiensi tersebut.
“Bisa bertambah dan bisa berkurang, nanti dianalisis,” tambahnya.
Alokasi hasil efisiensi anggaran ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan, ruang kelas baru, sekolah baru, puskesmas rawat inap, rumah rakyat miskin, jaringan listrik untuk masyarakat, jaringan air bersih, beasiswa, serta berbagai program lain yang mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (*/Red)













