Peristiwa

Milan Kalah Lagi, Conceicao Frustrasi: Bukan Soal Taktik, Tapi Gol Konyol

×

Milan Kalah Lagi, Conceicao Frustrasi: Bukan Soal Taktik, Tapi Gol Konyol

Sebarkan artikel ini
Perebutan bola antara Cesare Casadei dari Torino dan Rafael Leao (Kanan) dari Milan antara Torino FC dan AC Milan, di Turin, Italia, 22 Februari 2025. EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO
Perebutan bola antara Cesare Casadei dari Torino dan Rafael Leao (Kanan) dari Milan antara Torino FC dan AC Milan, di Turin, Italia, 22 Februari 2025. EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO

EKSPOSTIMES.COM- AC Milan kembali merasakan pahitnya kekalahan. Setelah disingkirkan Feyenoord dari play-off Liga Champions, kini Rossoneri harus menelan pil pahit di Serie A usai tumbang 1-2 dari Torino, Minggu malam.

Kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi Milan, terlebih karena gol-gol yang bersarang ke gawang mereka tergolong “konyol.” Gol bunuh diri Malick Thiaw akibat kesalahan Mike Maignan menjadi awal petaka. Milan sempat mendapatkan harapan setelah Tijjani Reijnders menyamakan kedudukan, tetapi Antonio Sanabria dengan cerdik memanfaatkan kelengahan lini belakang untuk memberikan kemenangan bagi Torino.

Pelatih Sergio Conceicao tampak frustrasi saat diwawancarai oleh DAZN seusai laga. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukan karena taktik atau formasi yang salah, melainkan kesalahan mendasar yang terus berulang.

“Saya minta maaf kepada para penggemar yang telah mendukung kami. Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami kebobolan 12-15 gol yang sebagian besar akibat kesalahan sendiri. Torino bahkan tidak mencatatkan tembakan ke gawang di babak pertama, tetapi mereka bisa unggul 1-0. Kami juga gagal memanfaatkan penalti dan beberapa peluang emas. Saat kiper lawan menjadi pemain terbaik di lapangan, jelas ada yang harus diperbaiki,” ujar Conceicao.

Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah ditariknya Rafael Leao di babak pertama ketika Milan masih tertinggal 0-1. Pemain bintang asal Portugal itu digantikan oleh gelandang Youssouf Fofana, sebuah keputusan yang menuai kritik.

Ketika ditanya apakah pergantian tersebut didasarkan pada kondisi fisik atau keputusan taktis, Conceicao menjawab diplomatis.

“Sedikit dari keduanya. Leao tidak dalam performa terbaiknya. Saya harus membuat keputusan demi tim. Tapi, saya ingin menegaskan, pergantian pemain atau formasi bukan alasan utama kami kalah. Dua gol yang kami kebobolan adalah murni kesalahan yang tidak seharusnya terjadi,” tegasnya.

Selain Leao, Yunus Musah juga ditarik keluar hanya lima menit setelah babak kedua dimulai, digantikan oleh Tammy Abraham. Conceicao menjelaskan bahwa keputusan itu diambil untuk meningkatkan agresivitas tim, terutama karena Musah sudah mengantongi kartu kuning.

“Saya harus mengambil risiko dengan menambah pemain menyerang, tetapi tetap menjaga keseimbangan. Saya ingin memberi sinyal kepada tim bahwa mereka harus lebih aktif di sepertiga akhir lapangan,” jelasnya.

Kekalahan ini membuat Milan kehilangan kesempatan emas untuk mendekat ke posisi empat besar Serie A. Peluang untuk bangkit masih ada, dengan pertandingan tandang melawan Bologna yang dijadwalkan ulang pada Kamis mendatang. Namun, kegagalan meraih poin di Turin membuat para suporter semakin frustrasi.

Cemoohan dan protes terdengar jelas saat peluit akhir dibunyikan, tetapi Conceicao menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

“Mereka punya hak untuk kecewa. Milan adalah klub besar, ekspektasi selalu tinggi. Kami harus menerima kritik ini sebagai bagian dari tanggung jawab kami,” pungkasnya.

Kini, tugas berat menanti Milan. Mereka harus segera bangkit jika masih ingin bersaing di papan atas Serie A dan menjaga asa untuk kembali ke Liga Champions musim depan. (*/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d