EKSPOSTIMES.COM- Laga sengit antara Everton dan Manchester United di Goodison Park berakhir imbang 2-2, tetapi sorotan utama justru tertuju pada keputusan VAR yang membatalkan penalti di menit-menit akhir. Matthijs de Ligt menjadi pusat perdebatan setelah dianggap melanggar Ashley Young, sebelum akhirnya wasit Andy Madley menganulir keputusannya setelah meninjau VAR.
Everton tampil agresif sejak awal dan langsung unggul dua gol di babak pertama berkat gol Beto dan Abdoulaye Doucoure. Manchester United tampak kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari tuan rumah, tetapi keadaan berbalik di paruh kedua.
Bruno Fernandes memimpin kebangkitan Setan Merah dengan sebuah tendangan bebas yang memperkecil ketertinggalan. Tak lama berselang, Manuel Ugarte mencetak gol spektakuler yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2, membuat momentum pertandingan berubah drastis.
Saat kedua tim terus mencari gol kemenangan, Goodison Park hampir meledak di penghujung laga ketika wasit Madley menunjuk titik putih untuk Everton. Keputusan itu diambil setelah Young terjatuh akibat kontak dengan De Ligt di dalam kotak penalti.
Namun, VAR yang dipimpin Matt Donohue meminta Madley untuk meninjau insiden tersebut di monitor pinggir lapangan. Setelah melihat tayangan ulang, wasit membatalkan keputusannya, membuat para pemain Everton geram sementara United lolos dari hukuman.
Mantan wasit Premier League, Mike Dean, yang awalnya mendukung keputusan penalti, akhirnya mengubah pandangannya setelah menonton rekaman ulang.
“Ada sedikit kontak, tapi cara Young jatuh tidak sesuai dengan besarnya sentuhan itu. Dia memang ditarik, tapi tidak cukup untuk penalti. Itu keputusan yang tepat,” ujar Dean.
Dengan hasil ini, Manchester United tetap bertahan di peringkat ke-15 dengan 30 poin, sementara Everton berada di posisi ke-12. Meskipun berhasil mencuri satu poin, United masih harus berjuang keras untuk memperbaiki performa mereka di sisa musim.
Bagi Everton, keputusan VAR yang membatalkan penalti bisa menjadi momen yang membuat mereka merasa dicurangi. Namun, bagi United, itu adalah penyelamatan di detik terakhir yang menghindarkan mereka dari kekalahan.
Pertandingan ini sekali lagi menegaskan bagaimana VAR terus menjadi elemen kontroversial dalam sepak bola modern. Apakah itu alat yang membantu keadilan, atau justru menambah ketidakpastian?. (*/Riz)













