Olahraga

PSG Hancurkan Brest, Petualangan Cinderella di Eropa Berakhir di Parc des Princes

×

PSG Hancurkan Brest, Petualangan Cinderella di Eropa Berakhir di Parc des Princes

Sebarkan artikel ini
Pemain PSG Merayakan Kemenangan Atas Brest (Foto Alex Grimm)

EKSPOSTIMES.COM- Perjalanan ajaib Brest di kancah Eropa akhirnya menemui titik akhir yang brutal di Paris. Menghadapi PSG di Parc des Princes, tim asuhan Eric Roy tak berdaya menghadapi dominasi tuan rumah dan harus pulang dengan kekalahan telak 7-0. Ironisnya, mereka sebelumnya telah dua kali menghadapi PSG bulan ini dan bahkan sempat mencuri kemenangan. Namun, di pentas Liga Champions, perbedaan kelas terasa begitu nyata.

Meski Roy mencoba menatap laga ini dengan optimisme, keputusan untuk menyimpan beberapa pemain kunci seperti Ludovic Ajorque dan Marco Bizot di bangku cadangan tampaknya menjadi bumerang. Brest sempat bertahan selama 20 menit pertama, bahkan menciptakan beberapa peluang, tetapi setelahnya PSG menggila.

Gol pembuka datang dari kaki Bradley Barcola, yang melanjutkan performa apiknya setelah mencetak gol melawan Manchester City dan Stuttgart. Pemain muda berbakat ini menunjukkan sentuhan akhir yang khas dari sisi kiri, membawa PSG unggul lebih dulu.

Tak lama berselang, Barcola kembali menjadi aktor utama dalam gol kedua PSG. Umpan silangnya disambar João Neves, yang mengirim bola ke arah Khvicha Kvaratskhelia di tiang jauh. Dari sudut sempit, pemain Georgia itu mencetak gol debutnya di Liga Champions untuk PSG.

Tuan rumah semakin beringas selepas jeda. Vitinha melepaskan tembakan melengkung indah dari tepi kotak penalti, mengoyak jala gawang Brest setelah upaya sebelumnya dari Barcola digagalkan kiper cadangan Coudert.

Gol keempat datang dari kombinasi dua pemain pengganti. Gonçalo Ramos menunjukkan teknik luar biasa dengan mengontrol bola menggunakan tumitnya, sebelum memberikan assist sempurna kepada Désiré Doué, yang tanpa kesulitan menyontek bola ke gawang kosong.

PSG belum selesai. Duet bek sayap mereka, Achraf Hakimi dan Nuno Mendes, bekerja sama untuk menciptakan gol kelima. Hakimi memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan sebelum mengirim bola ke Mendes yang menuntaskannya dengan mudah di tiang jauh.

Sorak sorai terbesar malam itu bukan hanya karena pesta gol, tetapi juga untuk kembalinya Presnel Kimpembe. Pemain asli Paris ini akhirnya kembali ke lapangan setelah lama absen akibat cedera Achilles, tampil di panggung kontinental untuk pertama kalinya sejak 2022.

Tak butuh waktu lama bagi PSG untuk menambah gol keenam. Ramos, yang sebelumnya memberi assist, kini mencetak gol setelah menyambar bola liar di kotak penalti. Pemain muda Senny Mayulu menutup pesta gol dengan penyelesaian jarak dekat lima menit jelang laga usai.

Meski kalah telak, Brest sempat mengancam untuk mencetak gol hiburan. Pierre Lees-Melou nyaris membobol gawang Gianluigi Donnarumma dengan tendangan yang membentur tiang, sementara gol Abdallah Sima dianulir karena offside.

Hasil ini memang menjadi akhir yang menyakitkan bagi Brest, tetapi tak bisa menghapus kenyataan bahwa mereka telah membuat kejutan besar dengan bertahan di antara tim-tim elite Eropa hingga Februari. Mereka mungkin tersingkir, tetapi perjalanan mereka tetap layak dikenang sebagai salah satu kisah Cinderella di Liga Champions musim ini. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d