EKSPOSTIMES.COM- Kebakaran melanda gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 23.10 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar 00.15 WIB setelah 21 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel dikerahkan ke lokasi.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menduga kebakaran dipicu oleh sebuah komputer yang dibiarkan menyala.
“Kayaknya ada petugas atau pegawai yang tidak mematikan komputernya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (9/2/2025).
Meski demikian, Nusron menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Sejauh ini masih diselidiki. Nanti pasti ketahuan kok,” tambahnya.
Saat kebakaran terjadi, Nusron tengah menghadiri acara haul di Jakarta Barat. Setelah mendapat kabar, ia segera menuju kantornya dan tiba sekitar pukul 23.40 WIB.
“Pas saya datang ke sini, apinya masih cukup besar. Saya sempat melihat langsung kobaran api,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena saat kejadian gedung dalam keadaan kosong. Namun, terkait kerusakan dokumen penting, Nusron mengaku belum bisa memastikan dampaknya.
“Korban tidak ada karena gedung kosong. Tapi soal berkas atau dokumen penting yang mungkin terbakar, saya belum tahu,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyatakan bahwa api sudah berhasil dipadamkan, dan petugas hanya melakukan proses pendinginan serta pengeluaran asap.
“Api sudah padam, tinggal proses pendinginan,” kata Satriadi.
Hingga kini, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan. (tim)
EKSPOSTIMES.COM- Kebakaran melanda gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 23.10 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar 00.15 WIB setelah 21 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel dikerahkan ke lokasi.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menduga kebakaran dipicu oleh sebuah komputer yang dibiarkan menyala.
“Kayaknya ada petugas atau pegawai yang tidak mematikan komputernya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (9/2/2025).
Meski demikian, Nusron menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Sejauh ini masih diselidiki. Nanti pasti ketahuan kok,” tambahnya.
Saat kebakaran terjadi, Nusron tengah menghadiri acara haul di Jakarta Barat. Setelah mendapat kabar, ia segera menuju kantornya dan tiba sekitar pukul 23.40 WIB.
“Pas saya datang ke sini, apinya masih cukup besar. Saya sempat melihat langsung kobaran api,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena saat kejadian gedung dalam keadaan kosong. Namun, terkait kerusakan dokumen penting, Nusron mengaku belum bisa memastikan dampaknya.
“Korban tidak ada karena gedung kosong. Tapi soal berkas atau dokumen penting yang mungkin terbakar, saya belum tahu,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyatakan bahwa api sudah berhasil dipadamkan, dan petugas hanya melakukan proses pendinginan serta pengeluaran asap.
“Api sudah padam, tinggal proses pendinginan,” kata Satriadi.
Hingga kini, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan. (tim)











