Peristiwa

Film A Business Proposal Versi Indonesia Diboikot, Abidzar Al Ghifari Tuai Kontroversi

×

Film A Business Proposal Versi Indonesia Diboikot, Abidzar Al Ghifari Tuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Film A Business Proposal Versi Indonesia

EKSPOSTIMES.COM- Film adaptasi A Business Proposal versi Indonesia menghadapi ancaman boikot setelah pernyataan kontroversial sang pemeran utama, Abidzar Al Ghifari, menuai kecaman dari netizen. Sikap Abidzar selama promosi film dianggap tidak profesional dan angkuh, memicu gelombang kritik bahkan sebelum film tersebut resmi tayang.

Film ini merupakan adaptasi dari webtoon The Office Blind Date yang sebelumnya sukses diangkat menjadi drama Korea berjudul A Business Proposal. Melihat popularitasnya, Falcon Pictures pun memproduksi versi Indonesia dalam format film.

Kecaman terhadap Abidzar bermula ketika ia mengungkapkan tidak menonton versi drama Korea A Business Proposal secara penuh. Ia hanya menonton satu episode sebelum akhirnya memutuskan membentuk karakternya sendiri.

“Gua sempat nonton di episode 1, cuma memutuskan untuk berhenti karena pada akhirnya ini adalah karakter yang gua buat sendiri bersama sutradara. Gua gak pengen dibuat plek-ketiplek juga,” ujar Abidzar dalam sebuah wawancara, Kamis (23/1/2025).

Tak hanya Abidzar, rekan pemeran lainnya seperti Ardhito Pramono dan Caitlin Halderman juga mengaku tidak menonton drama aslinya secara lengkap. Hal ini membuat penggemar webtoon dan drama aslinya kecewa, menilai para aktor kurang menghargai sumber materialnya.

Kontroversi semakin membesar saat pernyataan Abidzar di podcast ONOFF YouTube Pabrik Jaya Media dianggap meremehkan fans drama Korea.

“Cukup beban menurut gua. Ditambah juga tau lah yah fans fanatiknya seperti apa,” ucapnya dalam wawancara pada Rabu (6/2).

Meski menyebut dirinya menghargai penggemar, pernyataannya justru dinilai merendahkan loyalitas mereka.

Setelah pernyataan-pernyataan kontroversial itu, gelombang kritik terhadap Abidzar semakin memuncak. Netizen menganggapnya arogan dan tidak menghargai penggemar. Di tengah memanasnya situasi, Abidzar justru membagikan unggahan di Instagram Story yang semakin memperkeruh suasana.

“Pengen ngejelasin tapi pasti tetap bakal enggak suka. Memang dasarnya udah enggak setuju, mau dijelasin kayak apaan tahu sepertinya akan tetap begitu. Rasisme di Indonesia ternyata masih ada,” tulisnya, Kamis (30/1).

Tak berhenti di situ, Abidzar juga dinilai menantang fans dengan pernyataan yang terkesan menyuruh mereka untuk tidak menonton filmnya jika tidak suka.

“Kalau kamu enggak mau nonton, enggak apa-apa, it’s okay, enggak usah ditonton,” ucap Ariel Tatum di YouTube Folkative, Kamis (30/1), yang kemudian ditimpali Abidzar dengan, “Masih banyak orang lain selain kamu.”

Setelah gelombang kritik semakin besar dan ancaman boikot menggema, akhirnya Abidzar Al Ghifari menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.

“Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah,” tulis Abidzar, dikutip Selasa (4/2/2025).

Tak hanya Abidzar, pihak Falcon Pictures sebagai rumah produksi juga mengeluarkan surat permintaan maaf terbuka.

“Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati. Lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman yang terlibat dalam film ini bekerja dengan niat baik serta memberikan usaha terbaik mereka,” demikian pernyataan resmi Falcon Pictures yang diunggah di akun Instagram @falconpictures pada Selasa (4/2).

Meski telah ada permintaan maaf, reaksi publik masih terbelah. Sebagian netizen menerima permintaan maaf tersebut, sementara yang lain tetap menyerukan boikot terhadap film A Business Proposal versi Indonesia. (wol/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d