“Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain di dalam takut akan Kristus” [Efesus 5:21]
EKSPOSTIMES – Master Chief, Hellis Kitchen, Kitchen Knightmares dan The F World. Keempat acara itu adalah acara franchise dari stasiun tv Inggris.
Di balik kesuksesan acara-acara tersebut, ada sesosok pria macho, Gordon Ramsey. Pria kelahiran Skotlandia ini tidak hanya dikenal karena komentar-komentarnya yang pedas tapi keahlian memasak yang membuat Chief Ramsey semakin terkenal.
Sudah begitu penampilannya yang macho membuat ia banyak digemari oleh wanita-wanita. Jika kita bertanya pada kakek-nenek kita, kemungkinan besar di masa muda mereka sosok semacam Chief Ramsey tidak akan terbayangkan. Walaupun dahulu memang ada chief pria, tapi tidak sepopuler zaman sekarang.
Dahulu memasak dianggap sebagai pekerjaan wanita. Meski dari dulu memang banyak chief pria tapi tetap anggapan yang muncul saat itu, pekerjaan chief bukan pekerjaan pria. Apalagi jika pria yang memiliki wajah dan penampilan yang macho.
Pekerjaan chief itu pekerjaan wanita, sedangkan pekerjaan pria adalah bekerja kantoran. Intinya memasak itu urusan wanita.
Sekarang yang terjadi pria yang pintar dalam memasak menjadi idaman wanita. Pria yang pintar memasak memiliki nilai plus tersendiri buat seorang wanita.
Patut kita sadari bahwa di antara pria dan wanita memang memiliki banyak perbedaan. Oleh sebab itu merupakan tantangan terbesar kita dalam menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut.
Kita juga harus memahami mana perbedaan yang punya pria dan yang mana yang punya wanita. Mana yang cuman pendapat umum, seperti kasus memasak tadi.
Tujuannya bukan untuk di perdebatkan. Seiring berjalannya waktu dan bertambah usia, terutama dalam hal persiapan berumah tangga. Kita harus mempersiapkan diri yang matang agar rumah tangga yang kita bangun tidak berhenti di tengah jalan.
Rasul Paulus pun mansehatkan kepada Jemaat Efesus dalam menjalin rumah tangga agar kasih Kristus menjadi landasan bagi suami isteri.
Begitu banyak rumah tangga yang bubar di karenakan tidak ada sikap saling memahami. Menghormati satu sama lain sudah menjadi tugas setiap anggota keluarga.
Sikap mementingkan diri dalam rumah tangga harus di buang jauh-jauh. Rumah tangga yang berbahagia adalah rumah tangga yang selalu memiliki sikap yang takut akan Tuhan [ayat 21].
KASIH KRISTUS ADALAH DASAR HIDUP KELUARGA










