EKSPOSTIMES.COM- Banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (22/7/2026), melumpuhkan sejumlah permukiman dan memutus akses transportasi antarkampung. Namun, di tengah situasi darurat itu, warga tetap memilih bangkit. Persiapan pelaksanaan Oikumene Bermazmur yang dijadwalkan berlangsung Kamis (23/7/2026) tidak dihentikan.
Bencana terjadi sekitar pukul 09.10 Wita setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (21/7) malam. Kampung Lesabe, Lesabe I, dan Malamenggu menjadi kawasan yang paling terdampak.
Longsor menerjang Kampung Malamenggu dan Lesabe I, sementara banjir merendam puluhan rumah warga di Lesabe dan Lesabe I. Material longsor juga menimbun dua rumah warga. Hingga Rabu petang, belum dilaporkan adanya korban jiwa.
Dampak bencana meluas hingga memutus jalur transportasi. Jalan penghubung Lesabe (Tiwelo) menuju Kalagheng tidak dapat dilalui akibat banjir, sedangkan akses Bentung-Lesabe tertutup total setelah badan jalan tertimbun material longsor. Proses pembukaan akses masih dilakukan oleh warga bersama aparat.
Di tengah kerusakan yang ditinggalkan banjir dan longsor, warga justru bergotong royong membersihkan lumpur dari rumah-rumah yang akan digunakan sebagai tempat akomodasi peserta kegiatan Oikumene Bermazmur. Jemaat GMIST Oikumene Manalu Lesabe bersama masyarakat juga membersihkan ruas jalan agar aktivitas dapat kembali berjalan.
Semangat kebersamaan itu menjadi penanda bahwa bencana tidak mematahkan tekad masyarakat untuk tetap melaksanakan agenda keagamaan yang telah dipersiapkan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah bersama aparat terkait masih melakukan pendataan dampak bencana, membuka akses jalan yang terputus, serta mengantisipasi potensi banjir dan longsor susulan apabila hujan kembali mengguyur wilayah Tabukan Selatan. (tim)








