EKSPOSTIMES.COM- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, menutup Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I 2026 di Manado, Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diarahkan tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat serta mendorong promosi wisata bahari daerah.
Penutupan turnamen dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, perwakilan Kementerian Pariwisata, pejabat utama Polda Sulut, serta mitra dan sponsor kegiatan. Ratusan peserta mengikuti perlombaan yang disertai pembagian doorprize.
Dalam sambutan penutupan, Brigjen Pol Awi menyatakan, turnamen memancing menjadi ruang interaksi lintas komunitas sekaligus sarana memperkenalkan potensi perairan Sulawesi Utara ke publik yang lebih luas.
“Kegiatan ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan wisata bahari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peserta yang dinilai menjunjung sportivitas selama lomba. Menurut dia, capaian para pemenang diharapkan menjadi pemicu peningkatan prestasi, sementara peserta lain tetap memperoleh nilai dari pengalaman dan kebersamaan selama kegiatan.
Polda Sulut, kata Brigjen Pol Awi, menargetkan turnamen serupa dapat digelar rutin setiap tahun dengan skala lebih besar. Pengembangan ke depan diarahkan untuk menarik partisipasi nasional hingga internasional.
Selain aspek kompetisi, penyelenggara menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Edukasi mengenai praktik memancing yang bertanggung jawab menjadi bagian dari kegiatan.
Pada kategori sport fishing, juara pertama diraih Sulung dari Biro Ops Fishing Team dengan tangkapan ikan escolar seberat 36,1 kilogram, disusul Irwan dari Anchor Team (tuna gigi anjing 35,8 kilogram), dan Decky dari Ivory Betram (escolar 34,2 kilogram).
Sementara pada kategori shore fishing, juara pertama diraih Jolly Waworuntu (Manado) dengan ikan bobara seberat 1.476 gram, diikuti Eman Paweloi (Manado) dengan tangkapan belanak 634 gram, dan Suroso (Minahasa) dengan ikan kerapu seberat 332 gram. (jenglen)













