Peristiwa

Bang Radja Kagumi Sikap Terbuka Wagub Aceh, Cerminkan Akhlak Sejati dan Citra Asli Masyarakat Aceh

×

Bang Radja Kagumi Sikap Terbuka Wagub Aceh, Cerminkan Akhlak Sejati dan Citra Asli Masyarakat Aceh

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah berinteraksi hangat dengan warga tanpa protokoler berlebihan, mencerminkan kedekatan dan kerendahan hati seorang pemimpin.

EKSPOSTIMES.COM- Sebuah momen sederhana yang viral di media sosial belakangan ini memantik gelombang apresiasi publik di Aceh. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah tampak berinteraksi hangat dengan masyarakat tanpa protokoler berlebihan, menunjukkan sisi kepemimpinan yang rendah hati dan apa adanya. Sikap itu langsung menuai pujian luas, dianggap sebagai potret autentik karakter masyarakat Aceh: berakhlak, terbuka, dan menjunjung tinggi silaturahmi.

Tokoh masyarakat Bireuen, Dedi Santri atau yang akrab disapa Bang Radja, menyebut apa yang dilakukan Wagub bukan sekadar gestur spontan, melainkan representasi nilai-nilai luhur Aceh yang sesungguhnya.

“Sikap seperti itu adalah cermin keterbukaan Aceh terhadap siapa saja baik warga lokal, pendatang, maupun investor selama tetap menghormati adat dan hukum yang berlaku,” ujar Bang Radja saat ditemui di Bireuen, Sabtu (4/10).

Menurutnya, Fadhlullah telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang merangkul dan membumi, jauh dari kesan elitis.

“Ini bukan tentang pencitraan, tapi tentang ketulusan. Beliau menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan yang menjaga jarak, melainkan yang hadir di tengah rakyatnya,” imbuhnya.

Bang Radja juga menyinggung filosofi Aceh yang dikenal dengan semangat meuripee lam adat hidup dalam bingkai adat dan kearifan lokal, namun tetap terbuka terhadap perubahan dan kemajuan zaman.

“Ketika seorang pemimpin hidup dalam nilai-nilai itu, Aceh akan tampil sebagai daerah yang kuat dalam prinsip, tapi juga ramah terhadap perbedaan dan kemajuan,” katanya.

Momen viral itu, lanjutnya, seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan sesaat di media sosial. Ada pesan mendalam di baliknya, kepemimpinan yang bersandar pada akhlak dan kearifan lokal adalah kunci membangun kepercayaan rakyat.

“Ketika pemimpin mau turun langsung, bersikap terbuka, dan berbaur tanpa sekat, di situlah rakyat merasa dihargai. Itulah akhlak sejati orang Aceh rendah hati tapi berwibawa,” tegas Bang Radja.

Ia berharap, sikap Wakil Gubernur Aceh dapat menjadi teladan bagi pejabat dan tokoh lainnya, terutama dalam menjaga hubungan dengan masyarakat di tengah tantangan modernisasi. Dengan pendekatan yang hangat, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai Islam serta adat, Aceh diyakini mampu terus maju tanpa kehilangan jati diri dan martabat budayanya. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d