EKSPOSTIMES.COM- Proyek pembangunan trek pacuan kuda di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menuai sorotan tajam. Material pasir yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi, bahkan bercampur batu, sehingga dinilai berpotensi membahayakan joki maupun kuda saat digunakan.
Trek pacuan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 18 meter itu sebelumnya diproyeksikan sebagai ikon sport tourism baru Sulut. Namun, dugaan penggunaan material abal-abal membuat proyek bernilai miliaran rupiah ini terancam berakhir sia-sia.
Seorang admin akun media sosial Pacuan Kuda Tompaso Sulawesi Utara membongkar dugaan praktik nakal kontraktor yang menurunkan material pasir bercampur batu secara diam-diam pada malam hari, meski sudah ditolak oleh pengawas proyek.

“Mereka tetap paksa masuk malam-malam. Pasir bercampur batu diturunkan, batu langsung dibuang supaya tidak ketahuan,” ungkapnya, Senin (18/9) lalu.
Dalam sebuah video yang diunggah, terlihat jelas material pasir bercampur batu diturunkan dari truk ke lintasan. Admin Pacuan Kuda Tompaso menegaskan material tersebut lebih cocok untuk alas paving, bukan lintasan pacuan.
“Itu pasir sangat berbahaya. Bisa bikin kuda patah kaki, joki bisa terlempar. Risiko kecelakaan besar,” tegasnya.
Lebih miris lagi, pasir yang sebelumnya sudah direject oleh pengawas lapangan justru kembali diturunkan tengah malam. Truk-truk pengangkut material buruk itu bahkan terpantau masih parkir di perbatasan Pinabetengan.
“Kalau sudah ditolak, kenapa masih terparkir? Apa mau dipaksa masuk lagi?” sindirnya.
Peringatan keras datang karena kualitas pasir buruk pada trek pacu dapat mengancam keselamatan. Jika dibiarkan, proyek strategis yang diharapkan mendongkrak sport tourism Sulawesi Utara ini justru terancam gagal total.
Publik kini menanti sikap tegas pihak berwenang agar kontraktor tidak main-main dengan spesifikasi proyek yang menyangkut nyawa joki, keselamatan kuda, dan citra olahraga pacuan Sulut. (tommy)













