Peristiwa

Indonesia Lagi Gelisah! Senator Maya Rumantir Gagas Doa Lintas Agama dari Sulut untuk Indonesia Bersinar

×

Indonesia Lagi Gelisah! Senator Maya Rumantir Gagas Doa Lintas Agama dari Sulut untuk Indonesia Bersinar

Sebarkan artikel ini
Dr. Maya Rumantir, MA, Ph.D,

EKSPOSTIMES.COM– Indonesia sedang berada di pusaran kegelisahan. Riak-riak politik, dinamika sosial, dan ketidakpastian arah bangsa membuat banyak mata memandang masa depan dengan cemas. Namun di tengah arus deras persoalan itu, seorang senator perempuan asal Sulawesi Utara, Dr. Maya Rumantir, MA, Ph.D, tampil dengan jawaban yang sederhana sekaligus mendalam: Doa.

Dengan senyum khasnya yang teduh, Maya menyampaikan pesan yang menohok hati.

“Berdoa untuk keselamatan bangsa itu keharusan dan panggilan bagi semua anak bangsa. Sebenarnya, berdoa bagi keselamatan bangsa bukan hanya karena ada peristiwa atau kejadian yang mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi harus menjadi kewajiban kita semua setiap saat demi keharmonisan hidup bersama,” ucapnya.

Baca Juga: Senator Maya Rumantir: Hamba Tuhan Harus Jadi Teladan Moral dan Suara Kenabian

Maya kemudian mengutip firman Tuhan dari 2 Tawarikh 7:14, yang menegaskan bahwa doa dan pertobatan adalah jalan pemulihan bangsa.

“Dan umat-Ku, yang atas nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga, mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka,” bacanya dengan penuh keyakinan.

Menangkap keresahan bangsa, Maya Rumantir menggagas sebuah gerakan rohani bernama Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Bangsa – Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia Bersinar. Ia mengajak para tokoh lintas iman, pemuka masyarakat, hingga komunitas lintas generasi untuk berkumpul dan berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

“Saya percaya semua agama mempunyai kerinduan yang sama atas keharmonisan dan keselamatan Bangsa Indonesia. Acara ini adalah syafaat kita bersama, memohon campur tangan Ilahi mengharmoniskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Biarlah kehendak dan cinta Tuhan yang memayungi Indonesia,” tegas Maya.

Gagasan spiritual ini langsung mendapat dukungan luas. Muh. Jaber Lasadu, SE, selaku Sekretaris Panitia, menyerukan keterlibatan semua elemen masyarakat. Ia mengundang anggota Jaringan Komunitas Kelompok Doa SABDA, Laskar Merah Putih, Barisan Generasi Emas (BA’GEMAS), hingga Alumni Institut SDM MAYA GITA untuk hadir.

Acara ini akan digelar pada Senin, 8 September 2025, pukul 15.30 WITA di Kantor Perwakilan DPD RI, Jalan TNI No. 3, Tikala, Manado. Panitia berharap, momentum doa bersama lintas agama ini menjadi simbol persatuan sekaligus suara hati rakyat Sulut bagi Indonesia.

Bagi Maya Rumantir, doa bukan sekadar ritual, melainkan energi spiritual yang mampu mengubah arah sejarah bangsa. Ia menegaskan, tanpa doa, perjuangan politik dan kebijakan negara hanya akan menjadi usaha kosong yang rentan goyah.

“Tuhan adalah sumber segala kebaikan dan keselamatan. Indonesia tidak boleh kehilangan arah. Kita harus kembali pada kekuatan doa dan kasih, agar bangsa ini tetap kokoh berdiri di atas persaudaraan sejati,” tutur Maya dengan mata berkaca-kaca.

Indonesia memang tengah gelisah. Namun dari tanah Nyiur Melambai, sebuah obor harapan kembali dinyalakan. Dari Sulawesi Utara, suara doa mengalun, memanggil Indonesia untuk bersinar kembali dalam kasih dan harmoni. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d