EKSPOSTIMES.COM- Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan, khususnya di sektor fashion, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 18 UKM binaan dari berbagai wilayah, termasuk kantor pusat serta Regional 1, 2, dan 3, diberi kesempatan mengikuti Short Course Basic Garment Production yang diselenggarakan bekerja sama dengan LaSalle College Jakarta. Program ini berlangsung selama sepekan, dari tanggal 14 hingga 20 Mei 2025.
Dari Regional 1, Pelindo mengirimkan tiga UKM unggulan, yakni Sadina dari Medan, Sumatera Utara, serta Alrafi dan Nila Hibali dari Batam, Kepulauan Riau. Ketiganya bukanlah nama asing dalam kancah fashion UKM nasional.
Sebelumnya, mereka telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran bergengsi seperti Inacraft, Gelar Batik Nusantara, dan Indonesia Modest Fashion Week (IMFW), yang menjadi bukti eksistensi serta potensi besar mereka dalam mengembangkan produk lokal bernilai tambah tinggi.
Baca Juga: Walikota Tanjung Balai Turun Langsung, Pelindo Diminta Gaspol Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan
Program pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, yang kali ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis UKM di bidang produksi busana. Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini bersifat praktis dan aplikatif.
“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pelindo untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas seperti ini, kami berharap UKM binaan mampu memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk sehingga bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Fadillah.
Pelatihan yang berlangsung di kampus LaSalle College Jakarta ini menghadirkan para pengajar profesional dari program studi Fashion Design. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang proses produksi garmen, teknik menjahit, pemilihan bahan, pola dasar, hingga pengenalan tren pasar.
Sebagian besar materi disampaikan dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari strategi Pelindo dalam mempersiapkan UKM binaan untuk menyongsong pasar global, sejalan dengan program Gedor Ekspor yang tengah digalakkan perusahaan.
Selain menerima materi di ruang kelas, peserta juga diajak praktik langsung membuat pola dan menjahit produk busana dengan teknik yang telah disesuaikan dengan standar industri fashion modern.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para peserta dalam mengembangkan model bisnis dan branding produk mereka.
Antusiasme para peserta pun terlihat jelas sejak hari pertama pelatihan. Silvi, pemilik UKM Sadina Fashion dari Medan yang menjadi salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha kami. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga pengalaman berharga karena bisa bertemu dengan UKM dari berbagai daerah yang luar biasa. Ini menjadi momen inspiratif bagi kami semua,” ujarnya.
Diharapkan, setelah mengikuti program ini, UKM binaan Pelindo tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produksi mereka, tetapi juga semakin percaya diri untuk masuk ke pasar ekspor.
Baca Juga: Pelindo Regional 1 Gelar Refreshment Pelayanan Kesehatan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pegawai
Program pelatihan seperti ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara BUMN dan institusi pendidikan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UKM di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 1 kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan usaha kecil.
Dengan dukungan pelatihan yang tepat sasaran, UKM binaan diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam menciptakan produk fashion lokal yang mampu bersaing di pasar internasional. (Rudi)








