EKSPOSTIMES.COM– Ambisi dan kepedihan berpadu di Holstein-Stadion saat SC Freiburg mencuri kemenangan krusial 2-1 atas Holstein Kiel dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu (10/5). Kemenangan ini mendekatkan Freiburg ke panggung Liga Champions untuk pertama kalinya, sekaligus memastikan degradasi menyakitkan bagi Kiel di musim debut Bundesliga mereka.
Laga berjalan penuh intensitas sejak menit awal. Freiburg langsung tampil menekan, dengan peluang emas dari Ritsu Dōan dan Matthias Ginter yang nyaris membuahkan gol. Namun, justru tim tuan rumah yang membuka keunggulan. Lasse Rosenboom mencetak gol di menit ke-24, meledakkan stadion dan menghidupkan harapan bertahan Kiel yang nyaris padam.
Sayangnya, kegembiraan itu tak bertahan lama. Tepat sebelum jeda, Johan Manzambi menyamakan skor lewat bola muntah hasil lemparan ke dalam. Gol pada menit ke-45+2 itu menjadi pukulan telak bagi mental tuan rumah yang sempat percaya diri memimpin hingga turun minum.
Babak kedua menjadi milik Freiburg. Julian Schuster menunjukkan kecermatannya dengan memasukkan Lucas Höler di babak pertama, dan keputusan itu terbukti jitu. Höler mencetak gol kemenangan pada menit ke-58 lewat sundulan akurat setelah menerima umpan silang dari Vincenzo Grifo.
Kiel mencoba membalas. Tekanan demi tekanan dilancarkan, termasuk sundulan berbahaya Timo Becker yang nyaris menjebol gawang Freiburg di menit ke-89. Namun, pertahanan Freiburg tampil disiplin dan tak tergoyahkan. Delapan menit tambahan pun tak cukup bagi Kiel untuk mengubah nasib.
Baca Juga: Bundesliga: Bayer Leverkusen Jaga Asa Tipis Juara Bundesliga Usai Tundukkan Augsburg 2-0
Ritsu Dōan menjadi motor utama kemenangan Freiburg. Energinya tak pernah habis, menekan dari lini tengah hingga ke depan, menciptakan peluang dan memaksa pertahanan Kiel bekerja keras sepanjang laga.
Dengan hasil ini, Freiburg mengumpulkan 58 poin dan menjaga harapan finis di empat besar tetap menyala. Bagi Holstein Kiel, kekalahan ini menutup kisah singkat mereka di Bundesliga dengan pahitmereka resmi kembali ke Bundesliga 2 setelah hanya semusim mencicipi kasta tertinggi sepak bola Jerman. (*/tim)













