EKSPOSTIMES.COM- Komitmen pemerintah dalam menyehatkan generasi bangsa kembali ditegaskan melalui rencana penambahan anggaran Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini akan mendapat sokongan ekstra melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang kini tengah disusun secara intensif.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut tambahan anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari percepatan implementasi MBG di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Gaji Tertunggak 3 Bulan, Kepala BGN Janji Bayar Sebelum Lebaran, 1.542 Dapur MBG Segera Dibangun
“Kita sedang buat mekanismenya dulu. Kalau ada percepatan, tentu butuh tambahan anggaran,” ujarnya usai rapat pembahasan Perpres MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Menurut Dadan, gagasan percepatan muncul langsung dari keprihatinan Presiden Prabowo yang saat berkunjung ke berbagai daerah melihat sendiri anak-anak yang membutuhkan makanan bergizi namun belum masuk cakupan program.
“Setiap ke daerah, Pak Presiden merasa miris. Banyak anak yang sebenarnya butuh MBG, tapi belum terjangkau,” ungkapnya.
Karena itu, kata Dadan, kepastian waktu percepatan pelaksanaan akan menentukan berapa besar anggaran tambahan yang dijaminkan. Penyusunan Perpres menjadi langkah awal dalam mempertegas strategi dan skema eksekusi.
Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengonfirmasi bahwa pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pelengkap berupa instruksi presiden (inpres) sebagai pedoman teknis pelaksanaan.
“Regulasi ini akan mengatur strategi, jumlah sekolah, sistem distribusi makanan, hingga tugas setiap kementerian dan lembaga yang terlibat,” jelas Zulkifli.
Ia menegaskan, Program MBG adalah program nasional prioritas yang menyasar lebih dari 82,9 juta penerima manfaat, mencakup anak-anak sekolah dari berbagai jenjang di seluruh Indonesia.
Demi kelancaran pelaksanaan program, pemerintah mendorong kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Urgensi program ini tidak hanya soal makanan, tapi menyangkut masa depan generasi Indonesia.
Baca Juga: BGN Bantah Kabar Mitra Makan Bergizi Gratis Mundur karena Tak Dibayar
“Kita ingin generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Karena itu, MBG bukan sekadar program, tapi investasi masa depan,” kata Zulkifli Hasan.
Dengan tambahan anggaran dan payung hukum yang kuat, pemerintah berharap Program MBG bisa menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan gizi memadai, sekaligus menjadi kunci untuk menekan angka stunting nasional dan memperkuat ketahanan SDM Indonesia di masa mendatang. (tim)












