EKSPOSTIMES.COM- RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado kembali menunjukkan taringnya sebagai rumah sakit rujukan utama di Indonesia Timur. Di tengah geliat peningkatan layanan kesehatan nasional, rumah sakit ini resmi membuka dua layanan krusial yang siap menyelamatkan lebih banyak nyawa, Poli Pencitraan Kardiovaskular (Imaging) dan Poliklinik Aritmia.
Langkah ini bukan sekadar pembukaan ruangan, tapi sebuah lonceng tanda percepatan transformasi layanan jantung terpadu di kawasan timur Indonesia. Suasana haru dan khidmat mewarnai prosesi peresmian, yang dibuka dengan ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Christian Keintjem, S.Th. Semua yang hadir tahu, ini bukan seremoni biasa. Ini adalah titik tolak sejarah baru dalam pelayanan jantung RSUP Kandou.
Dalam momen bersejarah itu, Direktur Utama RSUP Prof Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, tampil dengan penuh semangat dan komitmen tinggi. Didampingi jajaran direksi lainnya, Prof Starry menegaskan bahwa pembukaan dua poli tersebut adalah bagian dari strategi besar Kandou menuju rumah sakit unggulan bertaraf internasional.
“Dengan dibukanya poliklinik ini, kami bisa memberikan pelayanan kardiovaskular yang lebih terintegrasi, tepat, dan modern,” tegas Prof Starry, yang dikenal sebagai salah satu pionir kardiologi di kawasan timur.
Tak hanya untuk pelayanan, Prof Starry menyebutkan bahwa poli aritmia dan imaging juga akan menjadi kawah candradimuka bagi riset dan pendidikan kedokteran jantung di wilayah ini. RSUP Kandou tak hanya ingin menjadi rujukan, tapi juga pusat inovasi dan pencetak generasi dokter unggul.
“Kami ingin rumah sakit ini tidak hanya dikenal karena pelayanannya, tapi juga karena kontribusi keilmuannya dalam dunia kardiologi, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.
Turut hadir dalam peresmian, Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Sp.BTKV(K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Yune Laukati, MARS, serta jajaran manajemen lainnya. Komitmen mereka tak main-main: menjadikan RSUP Kandou sebagai pusat keunggulan jantung dan pembuluh darah di kawasan timur Indonesia.
Prof Starry pun menutup sambutannya dengan pesan menyentuh.
“Semakin tambah ilmu, semakin tambah kerja. Tapi lebih dari itu, harus tambah hati dalam setiap pelayanan.”
Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa RSUP Kandou tak sekadar mengikuti zaman, tetapi berani mendahuluinya. Dengan fasilitas baru ini, masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya patut merasa lebih aman karena mereka kini punya harapan baru, lebih dekat dari sebelumnya. (*/Farly)







