EKSPOSTIMES.COM– Langkah kaki para prajurit TNI Angkatan Udara menggema di antara deretan kios Pasar Sembada, Medan Selayang. Bukan untuk operasi militer, melainkan membawa sapu, cangkul, dan semangat gotong royong.
Dalam rangka memperingati ke-78 Hari Bakti TNI AU, pasukan berseragam loreng turun langsung membersihkan pasar rakyat dan kawasan pagar Lanud Soewondo. Sebuah simbol pengabdian yang melampaui batas tugas pertahanan.
Selasa pagi (22/7/2025), bukan hari biasa bagi warga Kelurahan Beringin. Puluhan personel dari Lanud Soewondo, Kosek I Medan, dan Wingko III Kopasgat menyatu dengan masyarakat dalam kegiatan Karya Bakti, membawa pesan kuat, TNI AU hadir bukan hanya di langit, tetapi juga di tengah rakyat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh para pejabat tinggi TNI AU wilayah Medan. Hadir di lokasi Dankosek I Medan, Marsma TNI Imam Subekti, S.T., M.IR., Danlanud Soewondo Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak, M.Si. (Han)., dan Danwingko III Kopasgat Kolonel Pas Robert J. Manalu, S.E., M.M. Ketiganya tidak hanya memimpin secara simbolik, tapi turut serta membersihkan area pasar dan lingkungan sekitar pagar 05 Lanud Soewondo.
“Ini bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat Hari Bakti tidak hanya dikenang lewat upacara, tapi diwujudkan dalam aksi nyata.” tegas Danlanud Soewondo
Langit cerah menjadi saksi sinergi luar biasa antara TNI AU dan masyarakat. Para pedagang, warga sekitar, hingga tokoh agama dari Walubi Kota Medan turut ambil bagian. Camat Medan Selayang, Lurah Beringin, hingga kepala lingkungan Pasar Sembada juga terlihat hadir dan membaur.
Kegiatan Karya Bakti ini menjadi momentum penting yang membuktikan bahwa kekuatan militer sejati bukan hanya terletak pada senjata dan strategi, tapi juga pada kemampuan menyatu dan melayani masyarakat.
Nilai-nilai perjuangan para pahlawan udara tidak hanya tertulis dalam sejarah, tapi terus hidup dalam kerja nyata generasi penerusnya.
Hari Bakti ke-78 TNI AU bukan hanya peringatan tahunan, tapi panggilan untuk terus berkarya demi rakyat. Di tengah pasar, di antara tumpukan sampah yang dibersihkan bersama, terselip makna luhur tentang keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air. (Salmon Sihombing)













