EKSPOSTIMES.COM- Komitmen TNI Angkatan Udara dalam mengembangkan kekuatan pertahanan udara nasional kembali ditegaskan lewat kunjungan Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., ke Lanud Soewondo, Medan.
Didampingi Pangkoopsud I, Marsda TNI Mohammad Nurdin, Pangkoopsudnas meninjau langsung fasilitas strategis sebagai bagian dari program revitalisasi besar-besaran di pangkalan udara bersejarah tersebut.
Kedatangan pejabat tinggi TNI AU ini disambut langsung oleh Danlanud Soewondo, Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak, M.Si. (Han). Ia memaparkan rencana pengembangan Lanud Soewondo yang tak hanya berfokus pada kekuatan militer, tetapi juga menyasar pemberdayaan sosial masyarakat sekitar.
Baca Juga: Lanud Soewondo Gelar Kontes Domba dan Kambing Nasional 2025, Meriahkan HUT ke-79 TNI AU
Peninjauan dimulai dari Taxiway Alpha, jalur vital yang menunjang operasi penerbangan militer dan sipil. Rombongan juga mengunjungi area eks Bandara Polonia, ikon lama penerbangan Sumatra Utara, yang kini sedang disiapkan untuk dioptimalisasi sebagai aset strategis.
Tak kalah penting, kunjungan dilanjutkan ke Tower Air Traffic Control (ATC) dan Kantor Pemadam Kebakaran (PK). Kedua fasilitas ini diperiksa secara cermat, menegaskan bahwa modernisasi infrastruktur juga menyentuh aspek keselamatan dan pengendalian lalu lintas udara.
Runway 05 dan Approach Light pun menjadi sorotan. Elemen-elemen ini merupakan tulang punggung operasional penerbangan yang akan terus ditingkatkan demi mendukung kesiapsiagaan TNI AU dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional.
Tak hanya urusan strategis, rombongan Pangkoopsudnas juga menyambangi proyek Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif sosial yang menyasar peningkatan gizi anak-anak sekolah di sekitar Lanud Soewondo. Program ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI AU dalam mendukung agenda pembangunan sosial, sejalan dengan arahan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.
Dengan semangat AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis), TNI Angkatan Udara tak hanya memperkuat pertahanan udara nasional, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial masyarakat.
Revitalisasi Lanud Soewondo bukan sekadar proyek infrastruktur, ia adalah visi jangka panjang untuk menjadikan pangkalan ini sebagai pusat kekuatan udara di wilayah barat Indonesia. Dengan penataan ulang fasilitas, optimalisasi aset, serta integrasi program sosial, Lanud Soewondo bersiap menjadi simbol sinergi antara kekuatan militer dan kemanusiaan.
(Salmon Sihombing)













