Peristiwa

Lubang Menganga, Warga Passo Tanam Tanaman di Jalan sebagai Alarm Bahaya

×

Lubang Menganga, Warga Passo Tanam Tanaman di Jalan sebagai Alarm Bahaya

Sebarkan artikel ini
WARGA Desa Passo menanam tanaman di tengah jalan berlubang sebagai tanda bahaya bagi pengguna jalan.

EKSPOSTIMES.COM- Aksi warga Desa Passo, Kecamatan Kakas Barat yang menanam tanaman di tengah jalan menjadi simbol keras protes terhadap kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan. Lubang-lubang menganga yang tak kunjung diperbaiki memaksa warga mencari cara sendiri untuk memberi tanda bahaya bagi pengguna jalan.

Fenomena ini bukan sekadar bentuk kreativitas warga, melainkan cerminan kegelisahan yang sudah lama terpendam. Jalan rusak tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan.

Tragedi pun telah terjadi. Seorang siswi sekolah dasar, Queency Tumonggor (12), meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor akibat jalan berlubang di Kelurahan Tuutu, Kecamatan Tondano Barat, Minggu (15/3) lalu. Korban yang saat itu dibonceng ibunya dari Kelurahan Tounsaru menuju Kelurahan Wengkol mengalami cedera kepala berat setelah terbentur aspal.

Jalan berlubang yang tak kunjung diperhatikan pemerintah juga dikeluhkan warga di sejumlah titik lain, diantaranya berada di kawasan Pasar Baru Langowan, serta ruas jalan Gunung Potong menuju kawasan kampus Universitas Negeri Manado (Unima). Kondisi ini dinilai mengganggu mobilitas warga.

“Rentetan fakta ini menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukan lagi isu sepele. Ketika warga mulai “menanam” di tengah jalan, itu menjadi alarm nyata bahwa keselamatan publik sedang dipertaruhkan, sementara penanganan masih terkesan lamban,” kata warga bernama Randi Manopo. (christian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d