EKSPOSTIMES.COM- Kemenangan tipis 1-0 atas Filipina tak membuat pelatih timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenburg, kehilangan keyakinan pada skuadnya. Justru, ia menegaskan bahwa kekuatan Garuda Muda terletak pada kontribusi kolektif, bukan sekadar ketajaman individu.
Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (18/7), berlangsung dalam tekanan tinggi. Gol semata wayang Indonesia bukan lahir dari kaki striker andalan, melainkan dari kesalahan fatal bek Filipina, Jaime Rosquillo, yang mencetak gol bunuh diri.
Meskipun Jens Raven penyerang yang mencetak enam gol dalam pesta 8-0 kontra Brunei baru masuk di babak kedua, Vanenburg tetap percaya diri dengan rotasi yang dijalankannya.
“Kami punya 23 pemain, dan semuanya harus siap. Hari ini bukan hanya soal Hokky atau Jens, tapi juga Brandon, Ferarri, Hannan, Toni, dan Arjuna. Semua berperan sesuai kebutuhan tim,” tegas Vanenburg dalam konferensi pers usai laga.
Publik sempat mempertanyakan ketajaman lini depan. Namun Vanenburg membalas kritik dengan data di lapangan. Menurutnya, meski hanya menang lewat gol bunuh diri, Indonesia sejatinya tampil dominan.
“Kalau Anda tidak punya peluang, Anda tidak bisa mencetak gol. Hari ini kami punya banyak peluang, itu yang penting. Gol akan datang dengan sendirinya,” katanya mantap.
Gaya bermain tim memang tampak berbeda dibanding laga pembuka melawan Brunei. Namun Vanenburg melihat hal itu sebagai cermin dari kedewasaan taktik dan kesiapan mental anak asuhnya dalam menghadapi lawan yang lebih disiplin.
“Kami tampil sangat baik. Kami punya banyak peluang, mereka hampir tidak punya. Menurut saya kami seharusnya bisa mencetak 4-5 gol,” ujarnya tanpa ragu.
Kini, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup A dengan enam poin. Laga penentu kontra Malaysia pada Senin (21/7) menjadi ujian sesungguhnya. Bagi Vanenburg, bukan hanya skor akhir yang penting, tetapi bagaimana seluruh pemain menjawab tantangan dengan karakter dan visi.
Garuda Muda telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim bertabur talenta, tapi juga pasukan yang siap bertempur dengan satu napas bersama, untuk Merah Putih. (*/tim)










