EKSPOSTIMES.COM- Chelsea menampilkan permainan penuh determinasi dan taktis untuk memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. Bertempat di Lincoln Financial Field, Rabu malam waktu setempat, The Blues menundukkan perlawanan klub Tunisia, Esperance, dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga pamungkas Grup D.
Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, pelatih Enzo Maresca mengambil risiko besar dengan merombak hampir seluruh susunan starter. Delapan perubahan dilakukan dari laga sebelumnya melawan Flamengo, menunjukkan kepercayaan diri tinggi sang pelatih terhadap kedalaman skuadnya.
Dan Chelsea membuktikan, meski dengan banyak pemain muda dan pelapis, mereka tetap terlalu kuat bagi Esperance.
Sejak peluit pertama dibunyikan, The Blues mendominasi penguasaan bola. Enzo Fernandez menjadi jenderal lapangan tengah, mengatur tempo dan membagi bola dengan presisi. Namun, meski terus menekan, gol tak kunjung datang di 45 menit awal pertandingan. Beberapa peluang dari Fernandez, Delap, hingga Josh Acheampong yang tampil enerjik masih belum menemui sasaran.
Barulah di masa tambahan waktu babak pertama, Chelsea memecah kebuntuan secara beruntun dalam skenario yang dramatis. Pada menit ke-45+3, Fernandez mengirim umpan bebas terukur ke kotak penalti dan Tosin Adarabioyo melompat tinggi untuk menyundul bola ke pojok bawah gawang. Gol ini seakan menjadi pelecut semangat.
Dua menit berselang, Chelsea menggandakan keunggulan dengan gol yang indah dari Liam Delap. Menerima umpan pendek dari Fernandez, Delap berputar dengan anggun dan melepaskan tembakan mendatar yang mengecoh kiper Esperance, Bechir Ben Said. Skor 2-0 menutup babak pertama dengan euforia di bangku suporter London Biru.
Memasuki babak kedua, Chelsea tak mengendurkan tekanan. Maresca memberikan menit bermain bagi pemain muda seperti Mamadou Sarr dan Andrey Santos. Santos bahkan nyaris mencatatkan namanya di papan skor andai saja tembakannya yang membentur tangan bek lawan tidak dibatalkan sebagai penalti oleh VAR.
Saat laga tampak akan berakhir dengan skor 2-0, pemain pengganti Tyrique George mencuri perhatian. Di menit ke-90+7, ia melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang sebenarnya tak terlalu keras, namun gagal diantisipasi sempurna oleh Ben Said. Gol penutup itu menjadi klimaks yang memuaskan dalam malam penuh dominasi Chelsea.
Kemenangan ini mengantar Chelsea finis sebagai runner-up Grup D dengan enam poin, di bawah Flamengo. Mereka akan bertolak ke Charlotte, North Carolina, untuk menghadapi Benfica di babak 16 besar pada Sabtu (28/6). Laga ini akan menjadi pertemuan pertama sejak final Liga Europa 2013 yang dimenangkan Chelsea.
Baca Juga: Piala Presiden 2025 Gaet 5 Sponsor dan Raup Dana Rp50 Miliar, Hadiah Juara Naik Jadi Rp5,5 Miliar
Benfica sendiri lolos sebagai juara Grup C setelah mengalahkan Bayern Munich. Pertemuan dua raksasa Eropa itu diprediksi akan berlangsung sengit, dengan sang pemenang sudah ditunggu oleh wakil Brasil, Palmeiras atau Botafogo, di babak perempat final.
Chelsea mungkin datang dengan skuad muda, tetapi semangat juang mereka menunjukkan bahwa ambisi juara masih menyala terang di dada para penggawa Stamford Bridge. (*/tim)













