Politik & Pemerintahan

Bantah Keras Tuduhan Pemalsuan Ijazah Jokowi, UGM: Tuduhan Tak Berdasar, Hanya Menyesatkan!

×

Bantah Keras Tuduhan Pemalsuan Ijazah Jokowi, UGM: Tuduhan Tak Berdasar, Hanya Menyesatkan!

Sebarkan artikel ini
UGM bantah keras tuduhan pemalsuan ijazah Jokowi, sebut klaim tak berdasar dan menyesatkan.

EKSPOSTIMES.COM- Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara terkait tuduhan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, dengan tegas membantah klaim yang dilontarkan mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, yang meragukan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi.

“Sebagai akademisi, seharusnya beliau menyajikan informasi berdasarkan fakta, bukan spekulasi yang menyesatkan,” ujar Sigit, dikutip dari situs resmi UGM.

Salah satu tuduhan Rismon adalah penggunaan font Times New Roman dalam skripsi Jokowi, yang menurutnya belum digunakan pada era 1980-an. Namun, Sigit menegaskan bahwa penggunaan font serupa memang sudah lazim di masa itu, terutama di percetakan sekitar kampus seperti Prima dan Sanur.

Baca Juga: Ketua KPK Tanggapi Pernyataan Hasto Soal Pemeriksaan Keluarga Jokowi

“Fakta adanya percetakan tersebut seharusnya tidak asing bagi Rismon, karena dia juga pernah kuliah di UGM,” tegas Sigit.

Tudingan lain yang disorot adalah format nomor seri ijazah Jokowi yang hanya berupa angka tanpa klaster. Sigit menjelaskan bahwa Fakultas Kehutanan UGM memang memiliki sistem penomoran tersendiri yang berlaku bagi seluruh lulusan saat itu.

Tak hanya pihak universitas, sejumlah alumni Fakultas Kehutanan UGM turut memberikan klarifikasi. San Afri Awang, Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM, menyatakan bahwa tuduhan ini tidak berdasar dan sangat mengada-ada.

Baca Juga: Apresiasi Kepemimpinan di Gerindra, Jokowi Dukung Prabowo Maju Lagi di Pilpres 2029

“Saya masih ingat betul, waktu saya membuat cover skripsi, saya cetak di Prima. Sejak dulu, percetakan itu sudah ada,” ungkap San Afri.

Sementara itu, Frono Jiwo, teman seangkatan Jokowi, memastikan bahwa ijazahnya memiliki tampilan serupa dengan milik Jokowi, termasuk font dan tanda tangan pejabat UGM pada masa itu.

“Silakan dibandingkan. Ijazah saya sama dengan milik Pak Jokowi, kecuali nomor kelulusan,” kata Frono.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Hubungannya dengan Prabowo Tetap Solid

Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai bahwa tuduhan ini tidak memiliki dasar hukum. Dalam hukum pidana, pemalsuan bisa terjadi jika dokumen dibuat dari nol atau jika dokumen asli dimanipulasi.

“Jokowi pernah wisuda, ada berita acaranya, dan ijazahnya bisa diverifikasi di Fakultas Kehutanan. Jadi, tuduhan ini tidak berdasar,” jelas Marcus.

Marcus juga membantah tudingan bahwa UGM sengaja melindungi Jokowi.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Sampaikan Pesan di Hari Pers Nasional 2025

“Mengatakan UGM melakukan perlindungan demi kepentingan politik adalah tuduhan gegabah yang tidak sesuai fakta,” tandasnya.

Dengan berbagai klarifikasi dari UGM, alumni, dan ahli hukum, tuduhan Rismon semakin kehilangan relevansi dan hanya memperkeruh opini publik dengan informasi yang tidak valid. (Lip/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d