EKSPOSTIMES.COM- Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menerima kunjungan hangat dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulut, H. Ulyas Taha, di Kantor Gubernur Sulut, Kamis, 24 April 2025. Pertemuan strategis ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas dua agenda keagamaan besar: Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) 2025 dan pemberangkatan jemaah haji asal Sulut.
Dalam suasana penuh kehangatan, turut hadir tokoh-tokoh penting seperti Ketua LPTQ Sulut, H. Iskandar Kamaru, Wakil Ketua H. Asripan Nani, serta Ketua MUI Sulut, KH. Abdul Wahab Abdul Ghafur. Topik utama yang mencuat dalam pertemuan adalah kesiapan Sulawesi Utara menjadi tuan rumah STQH tingkat provinsi yang akan digelar akhir Mei 2025.
Gubernur Yulius memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kemenag Sulut dalam memperkuat kegiatan keagamaan. Ia menegaskan, STQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang edukasi yang memperdalam pemahaman umat Islam terhadap Al-Quran dan Hadits.
“STQH adalah wujud nyata syiar Islam di Bumi Nyiur Melambai. Pemprov mendukung penuh, termasuk soal pendanaan, agar pelaksanaannya maksimal dan bermartabat,” ujar Gubernur.
Ia juga menyampaikan harapannya agar di masa depan Sulawesi Utara bisa menjadi tuan rumah STQH atau MTQ tingkat nasional, dan siap berkoordinasi langsung dengan Menteri Agama RI, KH. Nasarudin Umar untuk merealisasikannya.
Tak kalah penting, Gubernur dan Kakanwil juga membahas kesiapan pemberangkatan jemaah haji asal Sulawesi Utara. Kakanwil H. Ulyas Taha menjelaskan bahwa persiapan teknis akan dimulai awal Mei 2025, mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberangkatan menuju embarkasi.
“Kami ingin memastikan jemaah haji Sulut berangkat dalam kondisi terbaik, secara fisik maupun spiritual. Dukungan Pemprov selama ini sangat luar biasa,” tutur Ulyas.
Ia juga menyebut bahwa sinergi yang terjalin antara Kemenag dan Pemprov Sulut telah memberi dampak positif bagi pembinaan umat, khususnya dalam memperkuat moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.
Baca Juga: Dana Hibah Rp10 Miliar dari Pemprov Sulut ke Polda, Ini Rinciannya untuk Pengamanan Pilkada 2024
Pertemuan ini menjadi penanda kuat bahwa pembangunan keagamaan tak hanya dilihat dari sisi seremonial, tetapi juga sebagai strategi membangun harmoni sosial. Dukungan pemerintah terhadap STQH dan pemberangkatan haji mencerminkan keberpihakan nyata terhadap kebutuhan umat.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dijaga, STQH 2025 Sulawesi Utara diyakini akan berlangsung sukses, sekaligus mengokohkan citra Sulut sebagai provinsi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. (Tim)













