Ekonomi & Bisnis

Pasar Minyak Bergejolak, OPEC Tambah Pasokan, Harga dan Timespread Tertekan

×

Pasar Minyak Bergejolak, OPEC Tambah Pasokan, Harga dan Timespread Tertekan

Sebarkan artikel ini
Grafik harga minyak dunia menurun tajam dengan latar simbol OPEC dan barel minyak, mencerminkan gejolak pasar akibat lonjakan pasokan
Gejolak Harga Minyak Dunia Usai OPEC Tambah Pasokan

EKSPOSTIMES.COM- Indikator utama pasar minyak menunjukkan sinyal keseimbangan yang semakin longgar setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya secara mengejutkan meningkatkan pasokan lebih awal dari perkiraan.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan global yang melemah.

Pada perdagangan Kamis, rentang waktu (timespread) di sepanjang kurva patokan minyak global Brent mengalami penyempitan, dengan kontrak berjangka jangka panjang mencatat penurunan lebih tajam.

Selisih harga antara kontrak bulan pertama dan keempat dalam kondisi backwardation, di mana minyak untuk pengiriman cepat lebih mahal dibandingkan dengan kontrak bulan mendatang ditutup pada level US$1,84 per barel. Angka ini turun dari US$2,16 hanya sehari sebelumnya.

Selain itu, selisih harga kontrak enam bulan juga mengalami penurunan, turun menjadi US$2,80 per barel dalam kondisi backwardation, dibandingkan dengan US$3,53 pada hari Rabu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Tarif Baru Trump Memicu Kekhawatiran Perang Dagang

Penurunan ini juga terjadi pada kontrak jangka panjang, termasuk selisih satu tahun dan metrik Desember-ke-Desember, yang kerap digunakan sebagai indikator keseimbangan pasar minyak dalam jangka panjang.

Penurunan tajam dalam timespread ini beriringan dengan anjloknya harga kontrak berjangka minyak mentah. Kamis lalu, harga minyak mencatat penurunan terbesar sejak 2022, anjlok lebih dari 6%. Pelemahan ini dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang kemudian diperburuk oleh keputusan OPEC dalam menambah pasokan.

Patokan minyak mentah Timur Tengah, Dubai, juga mengalami tekanan, dengan data Bloomberg Fair Value menunjukkan penurunan sekitar US$5 dalam sesi perdagangan Kamis. Tren melemah ini masih berlanjut hingga Jumat, menandakan potensi ketidakstabilan lebih lanjut di pasar minyak global.

Dengan dinamika pasar yang terus berubah, investor dan pelaku industri diharapkan terus memantau perkembangan terbaru guna mengantisipasi dampak terhadap perdagangan dan investasi di sektor energi. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d