EKSPOSTIMES.COM – Seorang anak kecil sedang bermain di sebuah taman yang luas. Ia begitu asyik berlari ke sana kemari, hingga tanpa sadar ia menjauh dari ayahnya.
Saat menyadari bahwa dirinya tersesat, ia mulai panik dan menangis. Ia mencoba mencari jalan kembali, tetapi semua sudut taman terlihat sama, dan ia semakin bingung.
Sementara itu, sang ayah telah lama melihat anaknya mulai menjauh. Namun, ia tidak langsung berteriak atau menarik anaknya kembali, karena ia ingin sang anak belajar.
Tapi ketika sang anak mulai menangis dan merasa takut, sang ayah segera berlari menghampirinya, memeluknya, dan berkata, “Aku tidak pernah meninggalkanmu. Aku selalu mengawasi dan menunggumu untuk kembali.”
Kisah air bah dan Nuh dalam Kejadian 8:1-3 bukan hanya tentang penghukuman, tetapi juga tentang kesetiaan dan belas kasihan Allah.
Dunia yang sebelumnya hancur perlahan dipulihkan, bukan karena manusia layak menerimanya, tetapi karena Allah mengingat janji-Nya dan memilih untuk menyelamatkan.
Sering kali dalam hidup, kita merasa terjebak dalam “bahtera” penderitaan yang panjang. Kita mungkin bertanya-tanya,
“Apakah Tuhan masih mengingatku?” Sama seperti Nuh yang tidak tahu kapan air akan surut, kita juga sering tidak tahu kapan pencobaan kita akan berakhir.
Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa Allah tidak pernah melupakan umat-Nya.
Tanda pertama dari pemulihan bukanlah perubahan besar, tetapi hembusan angin yang mengeringkan air. Ini mengajarkan kita bahwa pemulihan Tuhan sering kali terjadi secara bertahap.
Dia mungkin tidak langsung mengangkat kita dari masalah, tetapi Dia perlahan mempersiapkan jalan keluar.
Hari ini, jika Anda merasa seolah-olah berada dalam masa penantian yang panjang, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah melupakan Anda.
Ia akan menetapkan waktu yang tepat untuk menyelamatkan, mengangkat, dan memulihkan. Penghakiman mungkin datang, tetapi pada akhirnya, belas kasihan Tuhan selalu menang. (*)











Respon (1)