EKSPOSTIMES.COM – Setiap pilihan yang kita buat membawa konsekuensi, baik atau buruk. Sejak awal penciptaan, Tuhan sudah memberikan petunjuk kepada manusia agar mereka hidup dalam ketaatan kepada-Nya.
Namun, dalam Kejadian 3, kita melihat bagaimana Adam dan Hawa lebih memilih mendengarkan perkataan ular daripada firman Tuhan.
Hawa sebenarnya tahu apa yang Tuhan perintahkan dan konsekuensinya jika melanggar (Kej. 2:16-17).
Namun, saat ular menyampaikan kebohongan yang menggodabahwa mereka tidak akan mati dan akan menjadi seperti Allah Hawa melihat buah itu menarik dan memilih untuk melanggarnya (Kej. 3:4-6).
Pilihan Hawa, yang kemudian diikuti oleh Adam, membawa dampak besar:
Hubungan mereka dengan Tuhan menjadi rusak. Mereka takut dan bersembunyi dari-Nya (Kej. 3:7-10).
Hubungan mereka sebagai suami-istri juga terganggu. Adam menyalahkan Hawa (Kej. 3:12-13).
Dosa mulai menguasai kehidupan manusia, dan akibatnya masih terasa hingga saat ini.
Sayangnya, kesalahan yang sama masih sering kita lakukan. Kita lebih memilih apa yang terlihat menarik, menguntungkan, atau menyenangkan, daripada taat kepada firman Tuhan.
Kita meragukan kebaikan Tuhan dan lebih percaya pada suara dunia yang sering kali bertentangan dengan kehendak-Nya.
Namun, Tuhan tetap memberikan kita kesempatan untuk memilih dengan benar. Dia menuntun kita melalui firman-Nya, Roh Kudus, dan orang-orang yang diutus-Nya agar kita tetap berjalan dalam kebenaran.
Hari ini, kita kembali dihadapkan pada pilihan: Mendengar dan taat kepada Tuhan atau Mengikuti keinginan sendiri yang tampak menarik tapi menjauhkan kita dari-Nya
Mari belajar dari kesalahan Adam dan Hawa. Percayalah bahwa setiap perintah Tuhan adalah demi kebaikan kita. Pilihlah untuk taat kepada-Nya, karena dalam ketaatan, ada berkat dan kehidupan yang sejati. (*)













