EKSPOSTIMES.COM – Kerendahan hati merupakan cerminan dari sikap dewasa, orang yang memiliki sikap rendah hati tidak lah merasa sombong dan angkuh. Saat ini kerendahan hati menjadi barang langkah yang sulit ditemukan.
Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa kita harus menjadi orang yang hidup dengan penuh kerendahan hati (Ayat 8).
Artinya Tidak angkuh dan sombong. Kesombongan dan keangkuhan hanya akan mendukakan hati Allah.Allah rindu setiap orang percaya memiliki karakter mengasihi, penyayang, panjang sabar dan rendah hati.
Nasihat Petrus kepada jemaat ini bukanlah ketika hidup nyaman dan aman, tetapi justru dalam kondisi tekanan. Sebagai kelompok minoritas tanpa perlindungan dari penguasa, jemaat Petrus tak punya kemungkinan untuk menang dalam kontes saling memaki atau kampanye hitam.
Sehingga, mengabaikan hinaan dan membalas dengan kebaikan adalah jalan yang lebih bijak.
Sebenarnya, ajaran tidak membalas kejahatan bukan sekadar etika yang indah, atau sikap mengasihani diri, melainkan berlandaskan pada kekuatan dan kebaikan Tuhan sendiri.
Ketika kita membalas kejahatan dengan kebaikan, kita menyerahkan diri pada kebaikan Tuhan yang mendengarkan permintaan tolong kita (Ayat 12). Walaupun hidup penuh ketidakadilan, kita dapat berharap pada kekuatan dan keadilan Tuhan yang akan membalas orang yang berbuat jahat (Mzm. 34).
Memercayakan diri pada keadilan dan kebaikan Tuhan bukan hal yang mudah saat menghadapi tekanan dari lingkungan dan masyarakat setempat.
Namun, Tuhan menyediakan komunitas orang percaya yang saling menguatkan (Ayat 8). Keberadaan teman seiman merupakan bagian dari kebaikan yang Tuhan
Ingatlah dan camkanlah orang yang rendah hati akan dituntun Allah. Oleh karenanya makin dekatkanlah diri kita kepada Allah dan minta Ia memberikan kemampuan kepada kita untuk bersikap rendah hati.
Hidup akan lebih indah jika dijalani dengan hati yang rendah. Rendah hati bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan sejati dalam diri. (*)










