Olahraga

Blunder Fatal Theo Hernandez, Milan Tersingkir dari Liga Champions

×

Blunder Fatal Theo Hernandez, Milan Tersingkir dari Liga Champions

Sebarkan artikel ini
Theo Hernandez Di Ganjar Kartu Merah (Foto Jonathan Moscrop)

EKSPOSTIMES.COM- Siapa yang bisa menebak apa yang ada di benak Theo Hernandez saat ia membuat keputusan ceroboh di awal babak kedua laga penentuan AC Milan kontra Feyenoord di Liga Champions. Dengan rambut merah muda yang mencolok, ia justru menjadi pusat perhatian bukan karena aksi gemilang, melainkan blunder yang berujung petaka bagi timnya.

Milan datang ke pertandingan ini dengan misi wajib menang setelah tertinggal satu gol di leg pertama. Harapan sempat membuncah ketika mereka unggul cepat, baru satu menit laga berjalan, Christian Pulisic mengirim umpan silang, Malick Thiaw menyundul bola ke arah gawang, dan Santi Gimenez menyambar peluang untuk membawa Rossoneri unggul 1-0.

Di hadapan pendukung sendiri di San Siro, Milan hanya butuh satu gol tambahan untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Feyenoord, yang tengah limbung sejak ditinggal Arne Slot ke Liverpool dan kehilangan 10 pemain inti, tampak bukan ancaman besar. Milan mendominasi babak pertama dan nyaris menggandakan keunggulan.

Namun, petaka datang lima menit setelah jeda. Rafael Leão mengirim umpan kepada Theo Hernandez yang berlari ke dalam kotak penalti. Dihadang Givairo Read, Theo tiba-tiba menjatuhkan diri tanpa ada kontak sama sekali. Wasit Szymon Marciniak tak ragu mengganjarnya kartu kuning kedua dan otomatis kartu merah.

Sebuah kesalahan fatal. Theo sebelumnya sudah menerima kartu kuning akibat pelanggaran tak perlu terhadap Jakub Moder di babak pertama. Sebuah keputusan gegabah yang tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merusak momentum Milan.

Meskipun pelatih Sérgio Conceição berusaha menutupi kesalahan Theo dengan mengatakan, “Wajah kekalahan Milan seharusnya adalah wajah saya, bukan wajah Theo. Saya yang bertanggung jawab,” faktanya, insiden ini mengubah jalannya pertandingan.

Zlatan Ibrahimovic, ikon Milan yang kini menjadi penasihat senior menyuarakan sentimen tersebut.

“Wasit mungkin terlalu keras, tapi dalam laga sebesar ini, keputusan seperti itu bisa menjadi pembeda,” katanya.

Dengan Milan yang kehilangan satu pemain hampir sepanjang babak kedua, Feyenoord mulai menemukan celah. Dan pada menit ke-73, sundulan Julián Carranza memastikan mimpi buruk bagi Milan. Gol itu membuat agregat menjadi 2-1 untuk Feyenoord, menutup peluang Milan untuk melaju lebih jauh di Liga Champions.

Saat Theo meninggalkan lapangan, suporter Feyenoord yang dikurung di tribun atas San Siro bersorak seakan mereka baru saja memenangkan laga. Mereka tahu betul bahwa Milan telah “bunuh diri” di hadapan pendukungnya sendiri. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d