EKSPOSTIMES.COM- Suara dari wilayah pulau Cendrawasih semakin lantang bergema di ibukota. Sekelompok pelajar di Wamena, Papua Pegunungan, melakukan aksi demo menentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Mereka merasa pelajar lebih membutuhkan pendidikan gratis ketimbang makan bergizi gratis.
Menyikapi hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberikan tanggapan. Hasan menegaskan, setiap warga memiliki hak untuk menerima atau menolak program MBG. Namun, cara penyampaiannya harus dilakukan dengan baik, tanpa melakukan tindakan kekerasan yang dapat menganggu hak orang lain.
Baca Juga Pemerintah Tambah Anggaran Rp100 Triliun untuk Program MBG, Target Penerima Manfaat Dipercepat
“Kalau ada orang yang bilang mereka gak perlu (makan bergizi gratis), mereka bisa sampaikan hal itu. Bisa bilang ‘kami gak usah dikasih’, enggak apa-apa,” ujar Hasan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/2).
Hasan menyayangkan aksi yang sempat berujung ricuh di Wamena. Ia menegaskan, masyarakat boleh menyampaikan aspirasi, tapi jangan sampai melakukan kekerasan. Sebab, hal itu bisa menghalangi warga lain yang membutuhkan bantuan MBG.
“Gini, kalau masyarakat mau berunjuk rasa dan menyampaikan pendapat silakan. Tapi, jangan sampai melakukan kekerasan,” tegas Hasan.
Baca Juga: Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Perputaran Ekonomi Hingga ke Desa
Pihaknya berharap, masyarakat Papua dapat menyampaikan keberatan atau dukungan terhadap program MBG dengan cara yang elegan dan tertib. Sehingga, komunikasi antara pemerintah dan warga dapat berjalan dengan baik. (tim)













