EKSPOSTIMES.COM- Tabuhan musik bambu memecah keheningan Desa Wasian, Kecamatan Kakas Barat, Selasa (14/7/2026). Sesaat setelah dilantik Bupati Minahasa Robby Dondokambey sebagai Hukum Tua, Maylan Ruland Sangari diarak ratusan warga menuju kampung halamannya. Sorak sukacita mengiringi langkah pemimpin baru itu, menandai berakhirnya kontestasi politik desa sekaligus dimulainya harapan baru bagi Wasian.
Di sepanjang jalan desa, warga tumpah ruah. Anak-anak, orang tua hingga kaum muda berdiri di tepian jalan menyambut iring-iringan. Denting musik bambu berpadu tepuk tangan dan senyum warga, menghadirkan suasana yang tidak sekadar meriah, tetapi juga sarat pesan rekonsiliasi setelah proses pemilihan hukum tua.
Maylan Sangari menangkap pesan itu. Dalam pidato perdananya, ia tidak berbicara tentang kemenangan, melainkan persatuan. Ia mengajak seluruh warga meninggalkan sekat-sekat yang muncul selama pesta demokrasi desa dan kembali berjalan dalam satu tujuan, membangun Wasian.
“Mari kita bersama membangun Desa Wasian sesuai arah pembangunan yang dicanangkan Bapak Bupati Robby Dondokambey. Kita melayani dengan kasih dan berkarya dengan iman,” ujar Sangari.
Pelantikan Sangari menjadi bagian dari pengukuhan serentak 128 hukum tua terpilih di Kabupaten Minahasa. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Robby Dondokambey untuk mengingatkan bahwa jabatan hukum tua bukan sekadar hasil dari sebuah kompetisi politik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurut Robby, seorang hukum tua dituntut menjadi pemimpin yang mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik. Ia menegaskan, setiap kebijakan desa harus lahir dari musyawarah, mengedepankan transparansi, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Jangan pernah mengambil keputusan hanya oleh sebagian orang. Jadilah hukum tua yang mempersatukan, menjadi pelayan bagi masyarakat, serta bangun sinergi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, jalin koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa,” tegas Robby.
Ia juga mengingatkan agar para hukum tua tidak terjebak dalam kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi. Pemerintahan desa, menurutnya, akan memperoleh kepercayaan publik apabila dijalankan dengan integritas, keterbukaan, dan semangat melayani. (tommy)













