EKSPOSTIMES.COM- Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono turun langsung meninjau penanganan darurat bencana banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (28/5/2026). Di tengah lumpuhnya aktivitas warga dan rusaknya permukiman, aparat gabungan TNI-Polri masih berjibaku melakukan pembersihan material banjir serta distribusi bantuan.
Peninjauan dilakukan bersama Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip. Keduanya menyambangi sejumlah titik terdampak parah yang dipenuhi lumpur, kayu, dan material bawaan arus deras.
Kehadiran rombongan disambut Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Wakil Bupati Dony Lumenta, Kapolres Bolmong AKBP Lido R. Antoro, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Di lokasi bencana, Brigjen Pol Awi Setiyono berdialog langsung dengan warga yang rumahnya rusak dan tertimbun material banjir. Aparat juga memetakan kebutuhan mendesak warga, mulai dari logistik, air bersih, hingga peralatan pembersihan.
“Polri hadir bersama masyarakat. Kami ingin memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan dan penanganan cepat. Keselamatan warga dan pemulihan wilayah menjadi prioritas,” kata Awi di sela peninjauan.
Selain mengerahkan personel untuk membantu evakuasi dan pembersihan rumah warga, Polda Sulut menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak yang aktivitas ekonominya lumpuh akibat bencana.
Banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir itu menerjang sedikitnya empat desa di Kecamatan Bolaang, masing-masing Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Sejumlah rumah dilaporkan terendam dan rusak akibat terjangan air bercampur lumpur. Akses jalan di beberapa titik sempat terputus karena tertutup material banjir, sementara warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa dari dalam rumah mereka.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri kini memfokuskan penanganan pada percepatan pembersihan wilayah terdampak dan pemulihan infrastruktur dasar. Posko darurat juga terus disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan menyusul cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Hingga Kamis sore, situasi keamanan di wilayah terdampak dilaporkan tetap kondusif, meski sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian dan rumah kerabat terdekat. (jenglen)













