EKSPOSTIMES.COM- Sulawesi Utara memasuki masa penting menjelang Natal 2025. Ibadah dan kegiatan keagamaan yang berlangsung sepanjang 1-25 Desember diperkirakan meningkatkan mobilitas warga, sekaligus menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi. Di tengah dinamika itu, Ketua Laskar Manguni Indonesia (LMI) dan Ketua Sinode GBI Sulut-Gorontalo, Pdt Hanny Pantouw STh, menyerukan penguatan keamanan dan kerukunan sebagai prioritas utama.
Dalam pernyataannya, Kamis (27/11/2025), Pantouw menegaskan bahwa stabilitas sosial Sulawesi Utara tidak boleh diganggu oleh provokasi maupun isu-isu yang dapat memecah belah. Ia meminta seluruh elemen masyarakat (tokoh agama, tokoh adat, komunitas lokal, hingga pemimpin informal) bersama menjaga wilayah tetap aman.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya warga Sulut. Semua yang hidup di dalam keberagaman perlu ikut menjaga,” kata Pantouw.
Pantouw menyebut Manado telah lama dikenal sebagai ruang hidup yang menjunjung harmoni antaragama. Identitas itu, katanya, harus diperkuat, terutama menjelang perayaan Natal ketika interaksi masyarakat meningkat.
“Manado harus tetap menjadi kota toleransi, tempat kerukunan tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak provokasi dari pihak yang ingin menciptakan kegaduhan.
“Kerukunan umat beragama lahir dari cinta dan kasih sayang. Dari situlah keamanan tumbuh,” katanya.
Pantouw menilai bahwa prinsip Bhinneka Tunggal Ika harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Toleransi antar suku, agama, dan ras, katanya, tidak boleh berhenti menjadi slogan.
“Suasana harmonis adalah ciri khas Bumi Nyiur Melambai. Keberagaman adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Selain keamanan dan toleransi, Pantouw menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan. Ia meminta mereka terlibat aktif dalam berbagai sektor mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga infrastruktur.
“Anak muda harus hadir dengan potensi dan profesinya. Kita semua mendukung program pembangunan daerah demi kesejahteraan bersama,” katanya.
Pantouw juga mengingatkan bahwa keamanan dan kenyamanan bermula dari lingkungan terdekat. Ia meminta masyarakat menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan permukiman untuk menciptakan ruang hidup yang sehat bagi semua.
“Manado adalah rumah bersama. Setiap individu punya peran penting dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya. (tim)










