EKSPOSTIMES.COM- Suasana aula SMP Negeri 267 Jakarta di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Kamis (16/10), mendadak bergemuruh oleh lantunan lagu Indonesia Raya. Ratusan siswa berdiri tegap, suara mereka menyatu lantang bukan sekadar upacara rutin, tetapi simbol semangat kebangsaan yang tengah mereka hidupkan.
Di hari itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan bekerja sama dengan SMPN 267 Jakarta menggelar penyuluhan bertema “Jauhi Narkoba, Perluas Wawasan Kebangsaan”. Sebuah kegiatan sederhana namun bermakna besar, menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya narkoba dan pentingnya rasa cinta tanah air.
Ketua PWI Pokja Jaksel, Joni Matondang, membuka acara dengan pesan yang menyentuh hati. Ia menegaskan, di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran budaya digital, generasi muda perlu dijaga dari dua hal berbahaya: narkoba dan kehilangan jati diri bangsa.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Mereka harus dijaga kesehatannya, mentalnya, dan semangat kebangsaannya. Kalau sejak dini terbebas dari narkoba dan punya wawasan kebangsaan yang kuat, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang berjiwa negarawan,” ujar Joni penuh keyakinan.
Dukungan juga datang dari kalangan militer. Pasi Intel Kodim 0504/JS, Mayor Inf. Renson’s Aritonang, hadir sebagai narasumber, mengingatkan agar para siswa bijak menggunakan teknologi.
“Gunakan ponsel untuk hal positif, bukan mengikuti tren negatif. Jaga sikap, cintai budaya Indonesia, dan bangun jiwa kebangsaan yang tangguh,” pesannya, disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan, penyuluh Sukamto Widodo tampil menggugah kesadaran peserta dengan penjelasan gamblang tentang bahaya narkoba.
“Kalau handphone rusak bisa diperbaiki, tapi kalau otak rusak karena narkoba, sangat sulit dipulihkan. Jangan pernah coba-coba,” tegasnya.
Tak ketinggalan, Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit B. Handoyo, turut memberikan motivasi. Ia menyebut keberanian untuk menolak narkoba sebagai tanda anak muda yang hebat.
“Mengetahui tentang narkoba itu penting, tapi mencobanya adalah kebodohan. Anak hebat itu yang berani bilang ‘tidak’ pada narkoba,” ujarnya lantang.
Kepala SMPN 267 Jakarta, Wahyudin, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PWI Pokja Jaksel serta semua pihak yang terlibat.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter dan menjaga anak-anak agar tidak salah langkah. Kami berharap kerja sama semacam ini terus berlanjut,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan itu menutup hari dengan satu pesan kuat, cinta tanah air dimulai dari hati yang bersih dan pikiran yang bebas dari narkoba. (Lian)










