EKSPOSTIMES.COM- Dalam suasana penuh kehangatan dan makna kemanusiaan, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum., menerima kunjungan audiensi dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bekasi, Selasa (tanggal tidak disebutkan), di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi formal, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara penegak hukum dan dunia olahraga disabilitas. Melalui audiensi ini, NPCI Kota Bekasi memperkenalkan jajaran pengurus barunya sekaligus menyampaikan harapan agar Kejaksaan Negeri turut memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi atlet difabel di Kota Bekasi.
Suasana hangat terasa sejak awal pertemuan. Ketua NPCI Kota Bekasi menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya dapat bertemu langsung dengan pimpinan Kejaksaan Negeri, yang selama ini dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap kelompok rentan.
“Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk membangun kolaborasi. Kami ingin NPCI menjadi wadah prestasi dan pemberdayaan bagi para atlet difabel, yang tak kalah semangat dan potensinya dengan atlet lain,” ungkap Ketua NPCI dengan penuh semangat.
NPCI menegaskan komitmennya untuk terus mengibarkan panji prestasi olahraga disabilitas di tingkat nasional bahkan internasional, sekaligus berharap adanya sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menciptakan tata kelola organisasi olahraga yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan sosial.
Menanggapi hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi NPCI dalam mengharumkan nama daerah melalui semangat tanpa batas para atlet difabel. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan keadilan substantif.
“Keadilan negara tidak diukur dari seberapa kuat hukum ditegakkan, tetapi dari seberapa jauh negara berpihak kepada yang lemah dan rentan. Kami ingin Kejaksaan Negeri Kota Bekasi menjadi epicentrum keadilan yang manusiawi yang hadir untuk semua, termasuk sahabat-sahabat difabel,” tegas Dr. Sulvia dengan nada haru dan inspiratif.
Audiensi yang sarat nilai kemanusiaan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata hasil kerajinan tangan karya para penyandang disabilitas. Cendera mata itu menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat harmoni antara penegakan hukum, sportivitas, dan keadilan sosial.
Melalui pertemuan ini, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan NPCI sepakat melangkah bersama menegakkan keadilan dengan hati, dan mengangkat semangat para atlet difabel sebagai wujud nyata dari Indonesia yang inklusif dan berkeadilan. (Lian)









