Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Guru dan Soft Skills Jadi Kunci Sukses Revitalisasi SMK

×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Guru dan Soft Skills Jadi Kunci Sukses Revitalisasi SMK

Sebarkan artikel ini
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya peran guru dan soft skills dalam mendukung keberhasilan program Revitalisasi SMK, Jakarta.

EKSPOSTIMES.COM- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keberhasilan program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya bergantung pada modernisasi fasilitas, melainkan terutama pada kualitas guru serta penguatan soft skills siswa.

Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Pemerintah Revitalisasi SMK Tahap 8 di Jakarta, Senin (1/9/2025).

“Peralatan canggih hanyalah pendukung. Kualitas pendidikan ditentukan oleh guru yang profesional, kompeten, dan bermoral. Guru SMK harus hadir bukan sekadar pengajar, melainkan juga fasilitator, pembimbing, serta agen peradaban yang menanamkan nilai, akhlak, dan karakter,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, soft skills seperti etos kerja, kemandirian, kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi di era digital menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan SMK.

“SMK tidak boleh hanya menghasilkan pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKLK), Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyebutkan, hingga tahap ke-8 program ini telah menjangkau 1.257 SMK dari target awal 767 sekolah di seluruh 34 provinsi.

Menurut Tatang, revitalisasi dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Harapannya, lulusan SMK semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi SMK merupakan upaya strategis untuk menghapus stigma negatif terhadap SMK. Pemerintah menargetkan lulusan mampu menempuh tiga jalur utama yang dikenal dengan konsep BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan studi, atau Wirausaha.

“Revitalisasi SMK adalah gerakan bersama untuk melahirkan generasi mandiri, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing global,” tandas Mendikdasmen. (lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d