Peristiwa

Paul Sudiyo Abadikan Setengah Abad Pengabdian di Papua dalam Buku Kisah Kasih di Tanah Papua

×

Paul Sudiyo Abadikan Setengah Abad Pengabdian di Papua dalam Buku Kisah Kasih di Tanah Papua

Sebarkan artikel ini
Paul Sudiyo bersama tokoh nasional dan daerah dalam peluncuran buku Kisah Kasih di Tanah Papua yang merekam perjalanan panjangnya sejak 1975.

EKSPOATIMES.COM- Setelah hampir lima dekade mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, pelayanan sosial, dan pengembangan masyarakat di Bumi Cenderawasih, Paul Sudiyo akhirnya menuangkan kisah perjalanan hidupnya ke dalam sebuah buku berjudul “Kisah Kasih di Tanah Papua”.

Pria kelahiran Yogyakarta, 13 Maret 1951, ini dikenal luas karena dedikasinya sejak awal karier sebagai guru di Jayapura pada tahun 1975, kemudian melayani sebagai pastor paroki, pembina kader, hingga memimpin Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih selama puluhan tahun.

Menurut Paul, buku tersebut menjadi refleksi perjalanan panjangnya bersama masyarakat Papua, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pelayanan gereja.

“Hampir 50 tahun saya melihat kemajuan infrastruktur di Papua luar biasa. Namun pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi masyarakat asli Papua masih harus terus diperjuangkan,” ungkapnya, Minggu (31/8).

Baca Juga: Paul Sudiyo Luncurkan Buku Kisah Kasih di Tanah Papua di Semarang, Angkat Nilai Pelayanan dan Persaudaraan Sejati

Ia menuturkan, proses penulisan buku ini memakan waktu hampir tiga tahun karena kesibukannya mendampingi mahasiswa Papua di Jawa-Bali serta kesulitan mengumpulkan dokumentasi lama. Meski demikian, ia bersyukur akhirnya buku tersebut siap dicetak dan diluncurkan.

“Kisah kasih ini bisa menjadi warisan kesaksian, bahwa banyak orang yang bukan asli Papua telah memberikan diri sepenuhnya untuk kemajuan Tanah Papua. Saatnya anak-anak Papua juga melakukan hal yang sama sesuai bidangnya, dengan kasih dan ketulusan,” kata Paul.

Dalam peluncuran buku yang dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional, Paul berharap Kisah Kasih di Tanah Papua dapat menjadi inspirasi lintas generasi, sekaligus pengingat bahwa pengabdian sejati tak diukur dari harta, melainkan dari kasih dan pelayanan kepada sesama. (lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d