EKSPOSTIMES.COM– Malam memilukan kembali menimpa Manchester United. Di hadapan ribuan suporter tuan rumah yang bernyanyi penuh ejekan, United harus menelan kekalahan memalukan dari tim divisi keempat, Grimsby Town, lewat adu penalti dramatis di putaran kedua Piala Carabao.
Adegan paling menyakitkan terjadi ketika Ruben Amorim, manajer anyar United, memilih bersembunyi di ruang istirahat saat pemain-pemainnya berjuang dalam adu penalti yang menegangkan. Gestur itu langsung menuai kritik: di saat timnya butuh kepemimpinan, Amorim justru menghilang.
Padahal, manajemen United menaruh harapan besar pada pelatih asal Portugal tersebut. Dengan investasi lebih dari £200 juta untuk mendatangkan tiga penyerang anyar musim panas ini, ekspektasi melambung tinggi. Namun yang tersaji justru hasil memalukan: hanya 17 kemenangan dari 45 laga, performa liga terburuk sejak era degradasi tahun 1974-75.
“Seharusnya tugas saya memahami apa yang terjadi, tapi jujur saya tidak tahu,” ujar Amorim usai laga di Blundell Park.
Kata-katanya terdengar jujur, namun juga menambah keraguan: apakah ia benar-benar sosok yang bisa memimpin United bangkit?
Baca Juga: Tottenham Bikin Kejutan, Tumbangkan Manchester City di Etihad dan Kuasai Puncak Klasemen
Kekalahan dari Grimsby semakin mempertebal awan gelap di Old Trafford. Pemain muda Alejandro Garnacho kini diasingkan dan dikabarkan sedang merayu Chelsea. Bintang lokal Kobbie Mainoo merasa terpinggirkan, bahkan disebut siap hengkang jika ada tawaran menarik. Sementara nama-nama besar seperti Jadon Sancho, Antony, hingga Marcus Rashford tak kunjung menunjukkan performa yang meyakinkan.
Sistem Amorim – dengan tiga bek tengah dan dua “nomor 10” – dinilai tidak cocok untuk kerasnya Premier League. Eksperimen yang dulu sukses di Sporting, kini justru meretakkan harmoni ruang ganti United.
“Jika sistem membuat pemain masa depan klub merasa tak terpakai, maka sistemlah yang harus berubah,” komentar seorang analis sepak bola Inggris di BBC Sport.
Kini sorotan bukan lagi pada Amorim seorang, melainkan juga pada manajemen United: Sir Jim Ratcliffe, Omar Berrada, dan Jason Wilcox yang memilih mengabaikan kandidat lain demi mendatangkan Amorim.
United akan menjamu Burnley akhir pekan ini. Kemenangan mutlak dibutuhkan, tetapi banyak yang meragukan apakah hasil itu cukup menyelamatkan masa depan Amorim. Suporter sudah kehilangan kesabaran, dan di Old Trafford, sejarah selalu kejam terhadap manajer yang gagal mengangkat tim.
Apakah Amorim akan mampu membalikkan keadaan, atau justru menjadi babak kelam terbaru dalam kisah panjang kegagalan United pasca-Ferguson? Waktu akan segera menjawab. (BC/TIM)













