Politik & Pemerintahan

PM Anwar Minta Bantuan Prabowo Redam Konflik Myanmar, BIN Siap Bergerak!

×

PM Anwar Minta Bantuan Prabowo Redam Konflik Myanmar, BIN Siap Bergerak!

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Kepala BIN M. Herindra dalam pertemuan strategis di Istana Merdeka, membahas konflik Myanmar.
Presiden RI Prabowo Subianto bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Kepala BIN M. Herindra dalam pertemuan bilateral membahas solusi damai untuk krisis Myanmar. (Dok setpres)

EKSPOSTIMES.COM- Diplomasi kawasan Asia Tenggara memasuki babak baru. Dalam sebuah pertemuan empat mata yang penuh nuansa strategis dan kepedulian regional, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara langsung meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk turun tangan mengurai simpul perang saudara yang membakar Myanmar.

Permintaan itu bukan sekadar gestur diplomatik biasa, melainkan seruan terbuka kepada Indonesia sebagai negara besar di kawasan yang memiliki pengaruh, pengalaman, dan kekuatan militer-intelijen untuk meredakan konflik yang telah memakan banyak korban jiwa di tanah Myanmar.

Baca Juga: Di Istana Konstantinovsky, Prabowo dan Putin Sepakat Lawan Hegemoni Dunia

“Saya meminta bantuan Bapak Presiden untuk menggunakan segala kapasitas militer maupun intelijen bukan untuk menyerang tetapi untuk menjembatani kesepahaman di antara kelompok-kelompok di Myanmar,” tegas PM Anwar dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jumat (27/6/2025), dengan nada yang sarat keprihatinan sekaligus harapan.

Permintaan itu segera direspons Presiden Prabowo dengan sigap. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, yang turut hadir dalam rangkaian kunjungan PM Anwar, langsung dipanggil Presiden untuk membahas langkah konkret.

Dalam momen yang tertangkap media, terjadi dialog tiga arah di ruang Kredensial Istana Presiden Prabowo, PM Anwar, dan Herindra berdiri bersisian, berbicara singkat namun intens. Di belakang mereka, Menteri Luar Negeri Sugiono berdiri serius, seolah menanti instruksi lanjutan.

Herindra, dengan wajah mantap, menyatakan kesiapan penuh BIN untuk menjalankan misi diplomatik intelijen demi menciptakan ruang dialog bagi para pihak yang bertikai di Myanmar.

Sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia memang tengah memikul beban berat. Konflik Myanmar, ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja, serta tarik-ulur geopolitik regional menjadikan peran kepemimpinan ASEAN sangat menentukan.

“Indonesia telah membuktikan kepemimpinannya. Kini, saat Malaysia memimpin ASEAN, kami mendapat dukungan luar biasa dari Indonesia,” ujar PM Anwar.

Pertemuan ini tak hanya membahas Myanmar. Kedua pemimpin juga sepakat bahwa ketegangan perbatasan Thailand dan Kamboja perlu ditangani bersama. Langkah pendekatan damai dan preventif menjadi komitmen bersama antara dua negara serumpun ini.

PM Anwar mengakhiri kunjungan kerjanya di Jakarta setelah sekitar empat jam rangkaian pertemuan tingkat tinggi, termasuk perbincangan strategis dengan Presiden Prabowo dan pejabat utama RI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Temui Raja Thailand, Teken MoU Strategis Kesehatan dan Perkuat Diplomasi ASEAN

Setelah berpamitan, rombongan PM Anwar bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Malaysia. Namun, aroma diplomasi regional yang ia bangun bersama Prabowo di Jakarta diyakini akan bergaung lama, terutama dalam upaya menyelamatkan Myanmar dari jurang kehancuran.

Dengan mandat dari dua pemimpin kuat dan kesiapan BIN, ASEAN kini punya peluang baru untuk menyalakan kembali obor damai di Myanmar. Indonesia, lewat perintah Presiden Prabowo, siap memainkan peran pendamai regional yang bukan hanya berbicara tetapi bertindak. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d