EKSPOSTIMES.COM- Sepak bola Italia mengalami pekan yang suram di kancah Eropa. Setelah AC Milan dan Atalanta tumbang di kandang sendiri sehari sebelumnya, Juventus melengkapi derita Serie A dengan tersingkir dari babak play-off Liga Champions. Bertandang ke markas PSV Eindhoven, Si Nyonya Tua menyerah 1-3 setelah perpanjangan waktu, membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar dengan agregat 3-4.
Juventus sebenarnya sempat berada di atas angin setelah tembakan keras Timothy Weah pada menit ke-63 membuat kedudukan imbang 1-1 dan mengembalikan keunggulan agregat mereka menjadi 3-2. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Ismael Saibari menyamakan kedudukan pada menit ke-74, sebelum Ryan Flamingo mencetak gol kemenangan di menit ke-98, menyambar bola liar di mulut gawang setelah umpan silang Johan Bakayoko mengenai Federico Gatti dan kiper Michele Di Gregorio.
Kekalahan ini semakin menyakitkan bagi Juventus karena pemain yang membuka skor bagi PSV adalah sosok yang tak asing bagi mereka: Ivan Perišić. Mantan bintang Inter Milan itu membawa tuan rumah unggul di menit ke-53 lewat penyelesaian klinis usai menerima umpan Noa Lang. Pemain Kroasia berusia 36 tahun itu seakan menambah luka bagi rival lamanya di Serie A.
Dari lima wakil Italia di Liga Champions musim ini, hanya Inter Milan yang tersisa di babak 16 besar. Bologna bahkan sudah tersingkir lebih awal di fase grup, mengakhiri comeback mereka setelah 60 tahun absen dari kompetisi elite Eropa. Dengan hasil ini, Italia terancam kehilangan bonus slot kelima di Liga Champions musim depan, sebuah hak istimewa yang hanya diberikan UEFA kepada dua negara dengan performa terbaik di kompetisi Eropa.
PSV, yang kini melangkah ke babak 16 besar, akan menghadapi Arsenal atau Inter Milan dalam undian hari Jumat. Sementara itu, Club Brugge (mantan klub Perišić) akan menjadi tim dengan peringkat terendah dalam pengundian, mewakili Belgia sebagai negara dengan peringkat UEFA terendah yang masih bertahan di kompetisi.
Bagi Juventus, ini bukan sekadar kekalahan, melainkan tamparan keras atas kegagalan mereka bersaing di level tertinggi. Kini, harapan sepak bola Italia di Liga Champions sepenuhnya bertumpu pada Inter Milan, tim terakhir dari Serie A yang mengangkat trofi Si Kuping Besar 15 tahun lalu. (riz)













