EKSPOSTIMES.COM- Kapal nelayan KM Koxinga tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (13/7/2026) pagi. Seluruh 12 orang di atas kapal, terdiri atas kapten dan 11 anak buah kapal (ABK), berhasil diselamatkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Insiden terjadi sekitar pukul 08.00 Wita di perairan Desa Lansot, sekitar dua mil laut dari Pelabuhan Pelelangan Ikan Desa Kema III. Kapal milik Rafli Antouw itu sebelumnya bertolak melaut sejak pukul 03.00 Wita untuk menangkap ikan.
Data Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menyebutkan, KM Koxinga telah mengangkut sekitar lima ton hasil tangkapan saat memutuskan kembali ke pelabuhan. Namun, di tengah perjalanan pulang, kondisi cuaca memburuk disertai gelombang tinggi yang menghantam buritan kapal.
Terjangan ombak menyebabkan air masuk ke lambung kapal hingga mesin mati. Kapal kehilangan kendali, berputar di tengah laut, lalu kembali dihantam gelombang yang lebih besar hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Proses penyelamatan berlangsung cepat setelah sebuah perahu lampu yang berada di sekitar lokasi segera merapat. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat sebelum kapal sepenuhnya tenggelam.
Beberapa saat kemudian, KM Revinay menuju lokasi untuk membantu upaya penyelamatan mesin kapal serta peralatan penangkapan ikan yang masih dapat dievakuasi.
Ditpolairud Polda Sulut yang menerima laporan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan guna memastikan penyebab insiden. Hasil awal mengarah pada kombinasi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta beban muatan hasil tangkapan sebagai faktor yang diduga memicu kapal kehilangan stabilitas.
Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengingatkan nelayan agar tidak mengabaikan peringatan cuaca sebelum melaut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Nelayan diharapkan selalu memperhatikan prakiraan cuaca dan tidak memaksakan berlayar ketika gelombang tinggi berpotensi membahayakan pelayaran,” ujarnya.
Menurut Bayuaji, Ditpolairud akan memperkuat patroli dan penyebaran informasi keselamatan pelayaran sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko kecelakaan laut di perairan Sulawesi Utara. (christian)








